Mahathir Mohamad Dituduh Anti-Yahudi karena Tolak Visa Atlet Israel

Sabtu, 19 Januari 2019 09:28 Reporter : Merdeka
Mahathir Mohamad Dituduh Anti-Yahudi karena Tolak Visa Atlet Israel Mahathir Mohamad. ©2018 REUTERS/Lai Seng Sin

Merdeka.com - Israel menuding Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sebagai "antisemitisme fanatik" setelah ia melarang atlet-atlet Israel berkompetisi dalam acara kualifikasi untuk Paralimpiade Tokyo 2020.

Malaysia menolak memberikan visa kepada para atlet Israel yang dijadwalkan berpartisipasi dalam acara yang akan diadakan di negara bagian Sarawak pada Juli 2019. Penolakan visa Israel ini merupakan bentuk solidaritas Malaysia terhadap Palestina.

Pada Rabu 16 Januari 2019, menteri luar negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah, mengonfirmasi bahwa kabinet Malaysia memutuskan "tidak akan menjadi tuan rumah lagi acara yang melibatkan Israel atau perwakilannya," demikian seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (18/1).

"Ini bagi saya, keputusan untuk mencerminkan sikap tegas pemerintah atas masalah Israel," katanya.

Senada, wakil menteri olahraga Malaysia, Sim Hee Kyung mengatakan keputusan itu adalah "sarana untuk memprotes penindasan Israel yang terus-menerus terhadap rakyat Palestina"

Keputusan itu memicu kecaman dari kementerian luar negeri Israel, dengan juru bicara Emmanuel Nahshon menyebut larangan itu "memalukan" dan mengatakan itu "benar-benar menentang semangat Olimpiade".

"Israel mengutuk keputusan yang terinspirasi oleh antisemitisme fanatik PM Mahathir Malaysia," kata Nahshon. Dia meminta Komite Paralimpik Internasional untuk memaksa Malaysia untuk membatalkan keputusan atau memindahkan acara ke negara lain.

Mahathir mengatakan pekan ini dia tidak akan menyerah pada tekanan apa pun, dan jika para atlet memang berusaha datang ke turnamen "itu adalah pelanggaran".

"Jika mereka (Komite Paralimpik Internasional) ingin menarik hak Malaysia untuk menjadi tuan rumah kejuaraan, mereka boleh melakukannya," kata Mahathir.

Malaysia, negara mayoritas Muslim, tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel dan masuk ke Malaysia dengan paspor Israel dilarang.

Mahathir jauh lebih vokal dalam kritiknya terhadap Israel daripada pendahulunya Najib Razak, yang mengizinkan delegasi PBB Israel ke Malaysia selama waktunya sebagai perdana menteri.

Mahathir telah menghadapi tuduhan antisemitisme selama beberapa dekade, dan telah sering mengulangi sentimen di mana ia menggambarkan orang-orang Yahudi sebagai "hidung berkail" dan mengatakan bahwa "orang-orang Yahudi memerintah dunia dengan proksi."

Ini bukan pertama kalinya Malaysia mencegah atlet Israel berlaga di turnamen. Pada 2015, dua peselancar Negeri Bintang Daud harus mengundurkan diri dari kompetisi di Pulau Langkawi Malaysia setelah mereka ditolak visa.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini