Mahasiswi Asal Inggris Tewas di Madagaskar karena Jatuh dari Pesawat

Kamis, 1 Agustus 2019 16:31 Reporter : Hari Ariyanti
Mahasiswi Asal Inggris Tewas di Madagaskar karena Jatuh dari Pesawat alana cutland. ©FCO/PA

Merdeka.com - Seorang mahasiswi Universitas Cambridge, Alana Cutland (19) tewas di Madagaskar setelah jatuh dari pesawat. Keluarga mengaku sangat terpukul dan memuji mendiang Alana sebagai perempuan yang mandiri dan bersinar.

Perempuan yang berasal dari Milton Keynes itu meninggal saat mengikuti program magang di negara timur laut pulau Afrika itu awal bulan ini, kata Kementerian Luar Negeri, dilansir dari laman The Guardian, Kamis (1/8).

Alana dilaporkan jatuh dari pesawat jenis Cessna saat terbang di atas padang rumput setelah dia melakukan penelitian di wilayah pinggiran Anjajavy pada Kamis lalu.

Dalam sebuah pernyataan, keluarga memuji sosok Alana sebagai seorang penari berbakat dan suka menjelajah ke berbagai belahan dunia.

"Anak perempuan kami Alana adalah seorang yang bersinar, perempuan mandiri, yang dicintai dan dipuji semua orang yang mengenalnya," jelasnya.

"Dia selalu ramah dan mendukung keluarga dan teman-temannya, sehingga dia punya ikatan khusus dengan semua orang yang dia temui sepanjang hidupnya, yang kita tahu akan sangat merindukannya," jelasnya.

Alana juga disebut selalu menerima semua kesempatan yang ditawarkan kepadanya dengan antusias dan memiliki semangat berpetualang. Dia juga dikenang sebagai seseorang yang selalu ingin memperluas pengetahuan dan pengalamannya.

"Dia sangat senang bisa melanjutkan ke tahap berikutnya dari pendidikannya, magang di Madagaskar melengkapi studinya dalam ilmu alam," jelasnya.

Alana juga seorang penari berbakat dan selalu menerima sisi kreatifnya dengan gembira dan komitmen. Kehausannya untuk mengetahui lebih banyak tentang dunia selalu dia memanfaatkan setiap detik dari kehidupan mudanya yang penuh kegiatan," lanjutnya.

David Woodman, dari Robinson College, Universitas Cambridge, mengeluarkan pernyataan belasungkawa kepada keluarga Alana.

"Robinson College sangat terkejut dengan berita kematian Alana. Dalam dua tahun di sini, dia memberi kontribusi besar pada berbagai aspek kehidupan di kampus. Dia akan sangat dirindukan oleh kami semua. Perguruan tinggi menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga Alana di saat yang sangat sulit ini," jelasnya.

Alana terlibat dalam komunitas yoga di kampus, menurut situs webnya, dan dia juga adalah wakil presiden dari komunitas tari Cutazz. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Inggris
  2. Kecelakaan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini