Lenyapnya Kabar Tersangka Utama Pembunuh Khashoggi

Kamis, 10 Januari 2019 09:02 Reporter : Merdeka
Lenyapnya Kabar Tersangka Utama Pembunuh Khashoggi saud al qahtani. ©Aljazeera

Merdeka.com - Pemerintah Arab Saudi dikabarkan menolak untuk mengungkap keberadaan Saud al-Qahtani, tersangka utama dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Setelah disebut sebagai pemimpin kelompok eksekusi Khashoggi, al-Qahtani --yang merupakan mantan ajudan Putra Mahkota Muhammad bin Salman-- belum juga muncul, bahkan untuk pernyataan tertulis sekalipun.

Awal pekan ini, surat kabar Washington Post melaporkan, sebagaimana dikutip dari Ahvalnews.com, Rabu (9/1), al-Qahtani dipecat dari pekerjaannya sebagai ajudan pemerintah, tak lama setelah Turki mengungkap serangkaian bukti tentang pembunuhan Jamal Khashoggi oleh tim berjumlah 15 orang di konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, 2 Oktober lalu.

jamal khashoggi ©boingboing



Pada November lalu Kerajaan Arab Saudi memastikan al-Qahtani sedang diselidiki dan dilarang meninggalkan negara itu. Namun, setelahnya, sama sekali tidak ada kabar yang menjelaskan kondisi tersangka.

Dalam beberapa pekan terakhir, masih menurut Washington Post, al-Qahtani dilaporkan terlihat di kota pesisir Jeddah, dan beberapa kali kelur masuk pengadilan kerajaan di Riyadh, harian The Independent melaporkan.

Jaksa penuntut Saudi mengatakan al-Qahtani memainkan peran utama dalam pembunuhan Khashoggi, dan dia termasuk di antara 17 warga Saudi yang dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat sehubungan dengan kasus ini.

Negara-negara Barat menyaksikan penanganan Riyadh atas al-Qahtani sebagai tanda komitmennya terhadap keadilan dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Sosok al-Qahtani dikatakan telah mengawasi pembunuhan Khashoggi melalui sambungan Skype, di mana dia melakukan interogasi langsung terhadap kontributor Washington Post itu dari Riyadh.

Sementara itu, CIA dan intelijen Turki telah menyimpulkan dengan yakin bahwa Putra Mahkota Muhammad bin Salman kemungkinan besar menginstruksikan operasi pembunuhan Khashoggi, meski Arab Saudi terus bersikeras membantahnya.

Direktur Eksekutif di Pusat Arab Washington, Khalil Jahshan, mengatakan kepada Aljazeera, hilangnya al-Qahtani kemungkinan merupakan strategi untuk melindungi Putra Mahkota dari tuduhan terkait pembunuhan Khashoggi.

"Mereka telah melindungi beberapa pemain kunci yang dituduh terlibat, baik oleh Turki atau oleh masyarakat internasional," kata Jahshan.

"Maksud dari kampanye Saudi sekarang adalah untuk menjaga pangeran mahkota bersih dari segala tuduhan sehubungan dengan pembunuhan Khashoggi," kata dia.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini