Laporan Intelijen AS Sebut Rusia Manfaatkan Sekutu Trump untuk Pengaruhi Pilpres 2020

Rabu, 17 Maret 2021 16:00 Reporter : Hari Ariyanti
Laporan Intelijen AS Sebut Rusia Manfaatkan Sekutu Trump untuk Pengaruhi Pilpres 2020 Debat Capres AS 2020 Donald Trump dengan Joe Biden. ©CNN

Merdeka.com - Pada Selasa, komunitas intelijen AS mengungkapkan dalam sebuah laporan penting, pemerintah Rusia ikut campur dalam pilpres 2020 dengan kampanye “merendahkan” Presiden Joe Biden dan “mendukung” mantan Presiden Donald Trump. Laporan ini juga merinci dorongan kampanye disinformasi besar-besaran yang berhasil ditargetkan, dan secara terbuka disetujui sekutu Trump.

Laporan tersebut menyampaikan, tujuan Rusia tidak terbatas hanya untuk merugikan pencalonan Biden dan membantu Trump, Moskow juga berusaha untuk merusak “kepercayaan publik dalam proses pemilihan dan memperburuk perpecahan sosial politik di AS.”

Secara keseluruhan, laporan yang dirilis Kantor Direktur Intelijen Nasional itu memberikan penilaian paling komprehensif tentang ancaman asing terhadap pemilu 2020 hingga saat ini, merinci operasi pengaruh ekstensif musuh AS, termasuk Rusia dan Iran, yang berusaha merusak kepercayaan pada proses demokrasi, selain menargetkan capres tertentu.

Laporan ini menegaskan dugaan yang muncul tahun lalu: Trump dan sekutu terdekatnya secara terbuka mendukung kampanye disinformasi Rusia melawan Biden, bertemu dengan tokoh-tokoh Kremlin yang merupakan bagian dari upaya tersebut, dan mempromosikan teori konspirasi mereka.

Laporan itu mengatakan upaya asing paling agresif untuk “melemahkan” Trump datang dari Iran, tetapi Iran tidak “secara aktif” mendukung Biden, dan upaya mereka lebih kecil daripada operasi Rusia.

Laporan juga mencatat “tidak ada indikasi ada aktor asing yang berusaha mengubah aspek teknis apa pun dari proses pemungutan suara pada pemilu AS 2020, termasuk pendaftaran pemilih, pemberian suara, pemungutan suara. tabulasi, atau hasil pelaporan.”

Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan bidang siber Departemen Keamanan Dalam Negeri atau CISA sehari setelah pemilihan presiden 2020.

“Kami tidak memiliki bukti bahwa musuh asing mampu mencegah orang Amerika memilih atau mengubah penghitungan suara,” jelas CISA pada saat itu, dikutip dari CNN, Rabu (7/3).

Pemerintahan Biden diperkirakan akan mengumumkan sanksi terkait campur tangan asing dalam pilpres secepatnya pekan depan, menurut tiga pejabat Departemen Luar Negeri AS kepada CNN. Para pejabat tidak mengungkapkan rincian apapun terkait dengan sanksi itu tetapi mengatakan sanksi akan menargetkan banyak negara termasuk Rusia, China dan Iran.

Baca Selanjutnya: Upaya Rusia untuk mempengaruhi pemilu...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini