Lagi, Donald Trump Salahkan China & Kaitkan Virus Corona Dengan Pembunuhan Massal

Kamis, 21 Mei 2020 14:36 Reporter : Hari Ariyanti
Lagi, Donald Trump Salahkan China & Kaitkan Virus Corona Dengan Pembunuhan Massal Donald Trump bertemu Xi Jinping. ©REUTERS/Carlos Barria

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali menyerang China terkait pandemi virus corona, menyalahkan Beijing atas apa yang disebutnya "pembunuhan massal di seluruh dunia".

Kicauannya di Twitter pada Rabu pagi, yang juga merujuk pada "orang gila di China," yang tidak dijelaskan apa yang dimaksudkan 'orang gila', adalah retorika terbaru dari Gedung Putih, saat Trump menyerang Beijing.

"Itu adalah 'ketidakmampuan China', dan tidak ada yang lain, yang melakukan pembunuhan massal di seluruh dunia ini," kicaunya, dilansir dari AFP, Kamis (21/5).

Virus corona penyebab Covid-19 pertama kali muncul di kota Wuhan, China akhir Desember lalu dan menyebar cepat di seluruh dunia, menewaskan lebih dari 323.000 orang, dan memicu merosotnya perekonomian.

Awalnya Trump meremehkan ancaman virus dan berulang kali menyatakan dia percaya China bisa mengatasi wabah ini. Namun kemudian dia menyalahkan China karena membiarkan virus ini menyebar ke seluruh dunia.

Gedung Putih juga menuding tanpa bukti bahwa virus berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan dan tak sengaja lepas.

1 dari 1 halaman

AS Berbohong

Kemarahan juga merebak di China, di mana juru bicara Kementerian Luar Negeri, Zhao Lijian sebelumnya memprovokasi kemarahan Washington dengan mempromosikan teori konspirasi bahwa virus pertama kali dibawa ke China oleh militer AS.

Pada Rabu, Zhao menyoroti apa yang disebutnya "banyak kesalahan dan celah di pihak AS, kebohongan dan desas-desus mereka."

"AS tampaknya telah lupa bahwa di masa lalu, para pemimpin AS telah berulang kali dan secara terbuka memuji kerja anti-epidemi China," kata Zhao.

Zhao menyalahkan para politikus AS "yang ingin mengubah kesalahan tetapi tidak bisa menghilangkannya." [pan]

Baca juga:
Lagi, Donald Trump Salahkan China & Kaitkan Virus Corona Dengan Pembunuhan Massal
Wapres AS Mengaku Tidak Minum Obat Anti-Malaria Setelah Trump Mengaku Meminumnya
Trump Mengaku Minum Obat Anti-Malaria Meski Ahli Sebut Punya Efek Samping Berbahaya
Ketika Para Pakar Bantah Trump: Butuh Keajaiban Vaksin Covid-19 Tersedia Akhir 2020
Warga Keracunan di AS Meningkat Sejak Pernyataan Trump Soal Suntikan Disinfektan
Ada Jam Pengingat Kematian Trump di New York
Kubu Trump Kini Salahkan Obama Atas Banyaknya Korban Pandemi Corona di AS

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini