Kunjungi Fiji, Menlu Retno bahas isu perdagangan dan perubahan iklim

Jumat, 4 September 2015 13:52 Reporter : Muhammad Radityo
Kunjungi Fiji, Menlu Retno bahas isu perdagangan dan perubahan iklim Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. ©AFP PHOTO/Adek Berry

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi berkunjung ke Fiji 1-3 September kemarin. Dalam kunjungan tersebut, selain untuk perkuat hubungan dua negara, Menlu Retno juga membicarakan beberapa isu seperti hubungan dagang, investasi, dan juga perubahan iklim.

"Dalam pertemuan yang sangat produktif beberapa isu yang diangkat seperti upaya peningkatan perdagangan dan investasi, Fiji melihat kita (Indonesia) sebagai pintu masuk ke ASEAN," tutur Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir, di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta, Jumat (4/9).

Pria yang akrab disapa Tata ini mengatakan Indonesia dan Fiji memiliki kesamaan perubahan iklim. Oleh karena kesamaan tersebut, kedua negara membahas mengenai perubahan iklim dalam kunjungan Menlu Retno kali ini.

"Karena negara kepulauan di pasifik seperti Fiji adalah yang paling rentan terkena dampak kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim, maka dari itu hal ini disoroti khusus mengingat Indonesia yang juga merupakan negara kepulauan, " pungkas pria yang akrab disapa Tata ini.

Selain membahas masalah perdagangan, investasi, dan perubahan iklim, pada pertemuan kemarin, Menlu Retno dan Menteri Pertahanan Fiji akan menyaksikan penandatangan MoU on Cooperation in Combating Illict Trafficking in Narcotic Drugs pada tanggal 2 September 2015. MoU ditujukan untuk meningkatkan kerja sama kedua negara di bidang pertukaran informasi, penigkatan kapasitas, pelatihan serta pertukaran kunjungan tenaga ahli.

Perdagangan Indonesia dengan Fiji merupakan salah satu yang terbesar di negara Kepulauan Pasifik (USD 25,57juta) dengan surplus berada pada pihak Indonesia. Ekspor Indonesia yang menonjol ke Fiji antara lain: karoseri bus, produk makanan, garmen dan kertas.

Pertemuan Bilateral pada tingkat Menteri Luar Negeri kedua akan dilakukan di Indonesia pada paruh kedua tahun 2015. [ard]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini