Kunduz Jatuh ke Tangan Taliban, Kota Besar Pertama Afghanistan yang Berhasil Direbut

Senin, 9 Agustus 2021 11:00 Reporter : Hari Ariyanti
Kunduz Jatuh ke Tangan Taliban, Kota Besar Pertama Afghanistan yang Berhasil Direbut Militer Afghanistan bersiap hadapi Taliban. ©REUTERS/Omar Sobhani

Merdeka.com - Taliban berhasil merebut Kunduz di Afghanistan utara, seperti disampaikan pejabat setempat kepada CNN pada Minggu. Kunduz merupakan kota besar pertama yang jatuh ke kelompok pemberontak itu sejak mereka memulai serangan mereka pada Mei dan merupakan pukulan telak bagi pemerintah Afghanistan.

Kunduz yang berpenduduk 375.000 jiwa adalah tiga dari empat ibu kota provinsi yang berhasil direbut Taliban dalam beberapa hari terakhir, sederet kemenangan di saat pasukan asing yang dipimpin Amerika Serikat merampungkan penarikan pasukan mereka dari Afghanistan.

Pada Minggu, pasukan Taliban sebagian besar menyerbu ibu kota provinsi Sar-e-Pul, juga di wilayah utara Afghanistan, menandai kekalahan lainnya pasukan pemerintah di tengah serangkaian serangan tak terduga Taliban dalam perang 20 tahunnya.

Seorang anggota dewan provinsi Sar-e-Pul menyampaikan kepada CNN, kota itu telah jatuh ke Taliban dan satu pangkalan angkatan darat yang tersisa yang berisi pasukan keamanan Afghanistan dikelilingi pejuang Taliban.

Dalam sebuah pernyataan, Taliban mengatakan telah merebut kota itu. CNN tidak bisa secara independen memverifikasi klaim kelompok tersebut.

Di Kunduz, Kementerian Pertahanan Afghanistan menyampaikan, komando telah berhasil mengambil alih kendali Alun-Alun Jenderal Raziq dan markas Radio dan TV Nasional Kunduz ketika pertempuran di provinsi itu terus berlanjut.

Sebelumnya pada hari itu, seorang anggota dewan provinsi Kunduz mengonfirmasi kepada CNN, sebagian besar ibu kota provinsi telah jatuh ke tangan Taliban.

Taliban mengatakan seluruh bagian kota itu berada di bawah kendalinya, menambahkan pihaknya juga telah menyita kendaraan lapis baja, senjata, dan peralatan militer. Namun CNN belum bisa mengonfirmasi klaim ini.

Pertempuran sengit Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan di kota itu pada Sabtu menewaskan sedikitnya 11 warga sipil dan melukai 40 orang lainnya, menurut Direktur Kesehatan Kunduz, Dr. Ehsanullah Fazli.

Anggota Dewan Provinsi, Gholam Rabani Rabani mengatakan kepada CNN, korban jiwa berasal dari kedua belah pihak selama pertempuran berlangsung di pinggir kota, dan jumlah korban jiwa masih belum jelas.

Pada 2015, Taliban merebut Kunduz namun hanya sebentar dan kembali merebut kota itu pada 2016 sebelum dipukul mundur pasukan keamanan Afghanistan.

Pada Jumat, kota Zaranj dekat perbatasan Iran menjadi ibu kota provinsi pertama yang jatuh ke Taliban. Menyusul pada hari itu, Taliban merebut Sheberghan, ibu kota provinsi Jawzjan, dekat perbatasan Turkmenistan. Saat ini muncul ketakutan ibu kota negara Afghanistan, Kabul, bisa jatuh ke tangan kelompok pemberontak ini.

Baca juga:
Taliban Rebut Dua Ibu Kota Provinsi di Afghanistan Kurang dari 24 Jam
Serangan Bom Hantam Lingkungan Elit Afghanistan
Perang Afghanistan: Mayat-Mayat Bergelimpangan di Jalanan Lashkar Gah
Ledakan Besar dan Tembakan Sporadis Guncang Kawasan Zona Hijau di Afghanistan
Memetakan Wilayah Afghanistan yang Berhasil Direbut dan Dikuasai Taliban
Taliban Akui Bunuh Seorang Komedian TikTok Afghanistan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini