Kuil Buddha di Thailand Kosong karena Ditinggal Semua Biksu, Alasannya Mengagetkan

Rabu, 30 November 2022 18:13 Reporter : Merdeka
Kuil Buddha di Thailand Kosong karena Ditinggal Semua Biksu, Alasannya Mengagetkan Ratusan ribu biksu Thailand antre terima sedekah. ©2016 REUTERS/Jorge Silva

Merdeka.com - Kuil Buddha kecil di Distrik Bung Sam Phan, Provinsi Phetchabun, Thailand dibiarkan kosong tanpa biksu setelah semua biksu dipecat lantaran gagal menjalani tes narkoba. Empat biksu, termasuk kepala biara dinyatakan positif menggunakan metamfetamin.

Seluruh biksu itu ketahuan menggunakan narkoba ketika dilakukan kampanye penggerebekan nasional untuk memberantas perdagangan narkoba di Thailand.

Seluruh biksu pengguna narkoba telah dikeluarkan dari kuil setelah polisi melakukan tes urin Senin lalu. Pejabat distrik, Boonlert Thintapthai menjelaskan seluruh biksu telah dikirim ke klinik kesehatan untuk menjalani rehabilitasi narkoba.

“Kuil sekarang kosong dari biksu dan penduduk desa terdekat khawatir mereka tidak dapat melakukan jasa kebajikan apa pun,” jelas Thintapthai, dikutip dari BBC, Rabu (30/11).

Dalam agama Buddha, perbuatan baik adalah praktik para penganut untuk mendapatkan perlindungan. Salah satu perbuatan baik yang sering dilakukan warga setempat adalah memberikan makanan kepada para biksu.

2 dari 2 halaman

Meski telah kosong, namun Thintapthai mengungkap kalau dia telah meminta kepala kuil menugaskan beberapa biksu baru untuk mengatasi masalah yang dialami para penganut.

Sebelumnya beberapa tahun terakhir obat-obatan metamfetamin menjadi masalah besar di Thailand. Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Narkoba dan Kejahatan, tahun lalu penyitaan metamfetamin di Thailand mencapai rekor tertinggi.

Thailand sendiri menjadi titik transit utama penjualan metamfetamin. Narkoba datang ke Thailand melalui Laos dari Myanmar, negara produsen metamfetamin terbesar di dunia. Di Thailand, pil itu dijual dengan harga USD 1.40 atau Rp 21.000.

Untuk mengatasi masalah narkoba, bulan lalu Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha memerintahkan penggerebekan massal terkait metamfetamin setelah anggota polisi yang dipecat karena kepemilikan metamfetamin membunuh 37 orang di tempat penitipan anak.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]

Baca juga:
Bom Mobil Guncang Thailand, Satu Orang Tewas dan 30 Terluka
Jalan-Jalan ke 5 Negara Ini Tak Perlu Tukar Uang, Cukup Pakai Handphone
Siarkan Langsung Operasi Pasien di TikTok, Dokter Thailand Tuai Kecaman
Kisah Bua Noi, Gorila Paling Kesepian di Dunia yang Dikurung 33 Tahun di Mal Thailand
Sederet Tragedi Mengerikan di Dunia Selama Oktober 2022, Telan Ratusan Korban Jiwa
Thailand Perketat Aturan Kepemilikan Senjata dan Narkoba Setelah Pembunuhan Massal

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini