Korut diduga uji bom nuklir karena marah pada China

Kamis, 7 Januari 2016 09:24 Reporter : Ardyan Mohamad
Korut diduga uji bom nuklir karena marah pada China Tes nuklir Korea Utara. ©AFP PHOTO/JUNG YEON-JE

Merdeka.com - Korea Utara pada Rabu (6/1) mendadak melakukan uji bom nuklir. Bom yang diledakkan menurut Kantor Berita KCNA, adalah jenis bom hidrogen yang berkali-kali lipat lebih kuat dari bom atom, kendati para pengamat meragukan validitas datanya.

Ini adalah uji coba bom nuklir keempat Korut selama enam tahun terakhir di terowongan bawah tanah kawasan Punggye-ri. Mengingat negara sosialis tertutup itu baru saja mengalami kekeringan parah, ada kemungkinan uji coba ini adalah cara Korut menuntut negara-negara Barat maupun negara tetangganya mengirim bantuan.

Namun Guru Besar Kajian Asia Timur Universitas Wellington, Bo Zhiyue, meyakini uji coba nuklir tempo hari adalah pesan khusus Pyongyang kepada sekutunya China.

Selama tiga tahun terakhir, kebijakan nuklir Korut sangat dipengaruhi Beijing. Zhiyue meyakini sekarang sang diktator Kim Jong-un berupaya lebih mandiri dalam menentukan kebijakan geopolitik di kawasan.

"Uji coba itu seperti mengatakan pada China bahwa Korut tidak bisa diatur-atur," ujarnya seperti dilansir the Guardian, Kamis (7/1).

Ketika nyaris semua negara menuntut senjata nuklir Korut dilucuti, hanya China dan Rusia sebagai sekutu dekat yang membela rezim Kim Jong-un.

Namun Beijing kini kena getahnya karena tekanan internasional mengarah pada mereka agar berani membujuk Korut menghentikan ambisi nuklirnya. Alhasil, kemarin China akhirnya ikut mengecam uji coba Korut.

"Apa yang dilakukan Korut tidak diinginkan siapapun dan sangat tidak bijaksana," kata Jubir kemenlu China, Hua Chunying, seperti dilansir Reuters.

kim jong un saat berpidato di depan tentara rakyat korut di pyongyang

Kim Jong-un saat berpidato di depan Tentara Rakyat Korut di Pyongyang (c) Daily Mail



Rusia turut mengkritik uji coba nuklir Korut yang dilakukan tanpa koordinasi. "Tindakan provokatif semacam itu hanya akan menggoyang stabilitas di Semenanjung Korea, yang mana kita tahu selama ini sangat rentan mengalami konfrontasi politik maupun militer," kata Jubir Kemenlu Rusia, Maria Zakharova.

Kim Jong-un memimpin langsung peledakan bom nuklir di Punggye-ri kemarin. Dalam rilis resmi pemerintah Korut, uji coba ini sudah dijadwalkan sejak lama sebagai bagian dari latihan pertahanan negara.

"Senjata ini adalah tahap selanjutnya dari nuklir. Senjata ini dapat menjadi jalan mewujudkan kemenangan revolusioner bangsa Korea," tulis pernyataan pers Pyongyang.

Guardian berhasil mewawancarai warga Pyongyang bernama Song Chol. Dia bangga dan mendukung negaranya menguasai senjata nuklir. Chol yakin Korut terancam oleh invasi Amerika Serikat. "Memiliki bom hidrogen adalah wujud kedaulatan nasional, apalagi AS selalu mengancam kami," ujarnya.

Akibat uji coba bom nuklir pada 6 Januari lalu, Dewan Keamanan PBB langsung menggelar rapat oleh seluruh 15 negara anggota. Rencananya akan ada sanksi baru bagi rezim Pyongyang selain embargo ekonomi selama nyaris satu dasawarsa terakhir.

"Semua uji coba nuklir adalah sebuah pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB," kata Duta BEsar inggris untuk PBB, Matthew Rycroft yang mengikuti rapat tertutup DK PBB.

[ard]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini