Korsel Tangkap Mantan Kepala Keamanan Nasional Diduga Tutupi Kasus Pembunuhan Pejabat

Minggu, 4 Desember 2022 14:16 Reporter : Hari Ariyanti
Korsel Tangkap Mantan Kepala Keamanan Nasional Diduga Tutupi Kasus Pembunuhan Pejabat Mantan kepala keamanan nasional Korea Selatan, Suh Hoon. ©KIM KYUNG-HOON/AFP

Merdeka.com - Otoritas Korea Selatan menangkap mantan kepala keamanan nasional, Suh Hoon atas dugaan menutupi pembunuhan pejabat perikanan Korsel oleh Korea Utara pada 2020 lalu.

Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol memperluas penyelidikan terkait kasus ini setelah munculnya dugaan presiden sebelumnya tidak melakukan penyelidikan dengan benar demi menjaga hubungan baik dengan Korut.

Suh Hoon merupakan pejabat tinggi era pemerintahan mantan Presiden Moon Jae-in. Dia dituduh memerintahkan laporan intelijen dihancurkan untuk menutupi pembunuhan pejabat perikanan Lee Dae-jun, yang tewas di dekat perbatasan laut yang memisahkan Korsel dan Korut.

Suh Hoon juga dituduh memanipulasi bukti untuk mendukung klaim pemerintahan Moon Jae-in bahwa pejabat perikanan tersebut ingin membelot ke Korut.

Hakim di Pengadilan Distrik Seoul Tengah, Kim Jeong-min memerintahkan penangkapan Suh Hoon pada Sabtu, dengan alasan "keseriusan tindak pidana, status tersangka, dan risiko pengerusakan barang bukti".

Juru bicara Partai Kekuasaan Rakyat Presiden Yoon, Park Jung-ha mengonfirmasi penangkapan tersebut.

"Suh Hoon, mantan kepala Kantor Keamanan Nasional Gedung Biru, ditangkap pagi ini," jelasnya.

Oktober lalu, mantan Menteri Pertahanan Korsel Suh Wook dan mantan kepala pengawas laut Kim Hong-hee juga ditangkap terkait kasus yang sama.

Partai Kekuasaan Rakyat menuding Suh Hoon gagal melindungi dan mengabaikan pejabat perikanan tersebut saat menjabat kepala keamanan.

Namun oposisi berpendapat penyelidikan kasus ini merupakan "balas dendam politik" terhadap pemerintahan Moon Jae-in.

Pejabat perikanan tersebut ditembak mati dan dibakar oleh tentara Korea Utara di dekat perbatasan kedua negara. Pemerintahan Moon saat itu mengatakan penyelidikan awal oleh pengawas laut menyebutkan pejabat tersebut berusaha membelot ke Korut karena masalah keluarga dan utang. Namun hal itu dibantah kakak Lee Dae-jun, mengatakan saudaranya tidak pernah berkeinginan tinggal di Korut. [pan]

Baca juga:
Korea Selatan Mulai Operasikan Bus Tanpa Sopir
Potret Korea Utara Tembakkan Puluhan Rudal Balistik, Simulasi Serang Korsel dan AS
Korea Selatan Bakal Izinkan Warganya Akses Media Korea Utara
Peringatkan Korut, Kapal Induk AS Bawa Puluhan Jet Tempur ke Korsel
Korea Selatan akan Larang Warga Tinggal di Apartemen Bawah Tanah ala Film Parasite
Warga Korea Selatan akan Dipasangi Alat Pemantau di Tubuh, Begini Bentuknya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini