Korea Utara Tuding Korea Selatan Perbudak Artis K-Pop BTS dan BLACKPINK

Rabu, 17 Maret 2021 12:08 Reporter : Pandasurya Wijaya
Korea Utara Tuding Korea Selatan Perbudak Artis K-Pop BTS dan BLACKPINK Blackpink. ©2019 Instagram/blackpinkofficial

Merdeka.com - Dunia saat ini sudah mengenal grup vokal BTS dan BLACKPINK dari Korea Selatan. Para penggemar musik dan drama Korea pun sudah tersebar di berbagai belahan dunia. Namun setidaknya ada satu negara yang tidak terlalu tertarik dengan kehebohan musik dan drama Korea itu: Korea Utara.

Dalam sepekan terakhir media pemerintah Korea Utara menghujat tetangganya, Korea Selatan, karena dianggap memperlakukan dua grup K-pop BTS dan BLACKPINK sebagai "budak yang dikekang".

"Para penyanyi muda itu, termasuk BTS dan Blackpink, dilaporkan menandatangani kontrak dengan konglomerat industri hiburan seperti EM Entertainment saat usia mereka masih belia," kata media Korut Arirang Meari Sabtu lalu, seperti dilansir laman NK News, Selasa (16/3).

"Para penyanyi muda Korsel ini diikat dengan kontrak dan ditahan untuk menjalani pelatihan. Tubuh, hati dan pikiran mereka dirampas untuk diperlakukan sebagai budak oleh bos-bos industri hiburan yang kejam dan korup."

Sang-sin Lee, peneliti di Institut Unifikasi Nasional (KINU) mengatakan Korut tampaknya sedang berusaha mengganggu pengaruh Korea Selatan. Korut selama ini tidak membolehkan rakyatnya menikmati segala informasi dan hiburan dari media asing, namun sejumlah penyelundupan produk-produk film, musik, dan acara televisi kerap terjadi dan itu berasal dari Korsel.

"Korea Utara membahas soal ini dan itu memperlihatkan betapa Pyongyang sudah tidak kuasa mencegah distribusi musik K-pop,: kata Lee. "Jadi mereka mencoba melancarkan semacam serangan kontraintelijen dengan mengatakan lagu-lagu K-pop itu dibuat dengan proses perbudakan atau eksploitasi terhadap anak muda."

NK News berusaha meminta tanggap dari label Big Hit Entertainment Korea Selatan, YG Entertainment dan SM Entertainmen, namun belum mendapat jawaban.

Lee menuturkan musik Orsel mulai merambah popularitas di Korut pada 1990-1n ketika kaset dan lirik beredar di negara itu.

"Saat ini banyak masuk lewat USB," kata Lee. "Jadi sekarang ini Korut cukup kesulitan mencegah masuknya informasi."

Pada 2002 harian Choson Sinbo asal Korut menyebut film "Parasite" adalah mahakarya yang mengungkap kesenjangan antara si kaya dan si miskin di Korsel. Sebulan kemudian media propaganda Korut, Uriminzokkiri dan Arirang Meari mengecam drama Korea berjudul "Crash Landing On You," yang menggambarkan hubungan asmara antara gadis Korse dengan tentara Korut.

"BTS saat ini menjadi ikon yang mewakili Korea. Dengan menyerang nama BTS ini memperlihatkan Korut menganggap budaya pop Korsel ini sebagai ancaman." [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini