Korea Utara sebut Amerika rasis dan miskin hak asasi

Minggu, 30 November 2014 15:25 Reporter : Ardini Maharani
Korea Utara sebut Amerika rasis dan miskin hak asasi Protes di Kota Ferguson Amerika Serikat. dailymail.co.uk ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Selama ini Amerika Serikat menuding Korea Utara dikenal sebagai negara dengan tingkat penghormatan atas hak asasi paling rendah. Namun dengan peristiwa protes di Kota Ferguson, Negara Bagian Missouri, Ibu Kota Pyongyang mengkritik balik dengan mengatakan justru mereka yang rasis dan miskin hak asasi.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Sabtu (29/11), juru bicara kementerian luar negeri Pyongyang menyindir Negara Adidaya itu atas protes Ferguson yang membebaskan polisi kulit putih penembak remaja kulit hitam tak bersenjata. "Ini bukti betapa rasisnya Amerika. Ada pelbagai foto yang menunjukkan hak asasi di sana begitu liar sampai-sampai diskriminasi rasis ekstrem diperlihatkan dengan jelas," ujar juru bicara tak disebutkan namanya itu pada kantor berita KCNA.

Pernyataan ini muncul sepekan setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menekan dewan keamanan untuk memberi sanksi pada Korea Utara dan pemimpinnya Kim Jong Un ke pengadilan kriminal internasional lantaran kejahatan hak asasi.

Jepang dan Uni Eropa membuat daftar kejahatan Korea Utara atas pelanggaran hak asasi namun Pyonyang mengatakan seluruh tudingan itu di bawah kontrol Amerika untuk menghina pemimpin mereka Jong Un.

"Ironi terbesar yakni Amerika berusaha mempengaruhi negara lain atas standar hak asasi padahal itu salah satu tipikal penindas," kata juru bicara itu lagi.

Selain Pyongyang, Rusia juga menyerang Amerika atas kasus Ferguson dan mengatakan rasis di sana sangat sistematis secara alami dan potensial untuk menjadi konflik internal.

[din]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini