Korea Utara Akui Luncurkan Uji Coba Rudal Taktis Baru Berhulu Ledak 2,5 Ton

Jumat, 26 Maret 2021 15:51 Reporter : Hari Ariyanti
Korea Utara Akui Luncurkan Uji Coba Rudal Taktis Baru Berhulu Ledak 2,5 Ton Peluncuran rudal taktis Korut. ©KCNA via REUTERS

Merdeka.com - Media pemerintah Korea Utara KCNA melaporkan pada Jumat (26/3), negara tersebut telah melakukan uji coba rudal baru, yang disebutnya “proyektil taktis terpadu” baru dengan mesin berbahan bakar padat. Korea Utara melakukan provokasi substantif pertamanya sejak pelantikan Presiden AS Joe Biden.

Pada Kamis, Pyongyang meluncurkan dua senjata dari pantai di wilayah timurnya, di mana Perdana Menteri Jepang Yoshihide menyebut senjata yang diuji itu rudal balistik.

Dilaporkan KCNA, penembakan rudal tersebut diawasi pejabat senior, Ri Pyong Chol, bukan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Uji coba berhasil di mana dua proyektil dengan tepat mengenai target 600 kilometer ke Laut Jepang, atau dikenal sebagai Laut Timur di Korea - lebih jauh dari 450 kilometer seperti yang dilaporkan oleh militer Korea Selatan.

KCNA mengatakan senjata itu bisa membawa muatan 2,5 ton. Dalam laporannya, KCNA menghindari penggunaan kata seperti "rudal" atau "balistik". Uji coba tersebut telah mengkonfirmasi keandalan mesin bahan bakar padat yang ditingkatkan.

Foto-foto di surat kabar resmi Pyongyang Rodong Sinmun menunjukkan petugas yang tersenyum bertepuk tangan setelah peluncuran dari kendaraan, kebanyakan dari mereka tidak mengenakan masker.

Vipin Narang dari MIT mengatakan itu tampaknya senjata yang diperlihatkan Korea Utara pada parade militer pada Januari.

“Hulu ledak seberat 2,5 ton mungkin menjawab pertanyaan apakah varian KN23 ini berkemampuan nuklir,” tulisnya di Twitter, dilansir France 24, Jumat (26/3).

Ri mengatakan uji senjata ini "sangat penting dalam memperkuat kekuatan militer negara, dan mencegah segala jenis ancaman militer yang ada di Semenanjung Korea".

AS menempatkan 28.500 tentara di Korea Selatan untuk melindunginya dari negara tetangganya, sementara Pyongyang mengatakan mereka membutuhkan senjata nuklir untuk mencegah kemungkinan invasi AS.

Baca Selanjutnya: Pyongyang berada di bawah sejumlah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini