Koper Berisi Uang Senilai Rp 2,1 Miliar Milik Mugabe Dicuri dari Rumahnya

Jumat, 11 Januari 2019 16:33 Reporter : Merdeka
Koper Berisi Uang Senilai Rp 2,1 Miliar Milik Mugabe Dicuri dari Rumahnya Presiden Zimbabwe Robert Mugabe. ©telegraph.co.uk

Merdeka.com - Tiga orang yang diduga mencuri sebuah koper milik mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe menjalani sidang pengadilan hari ini. Koper yang dicuri itu di dalamnya berisi uang tunai senilai USD 150.000, atau setara Rp 2,1 miliar.

Menurut aparat penegak hukum Zimbabwe, para pencuri itu diduga menghabiskan uang tunai tersebut untuk membeli mobil, rumah, dan hewan ternak, seperti dikutip dari BBC, Jumat (11/1).

Salah seorang kerabat Mugabe termasuk di antara ketiga tersangka. Orang itu diduga memiliki kunci rumah Mugabe di Zvimba, dekat Ibu Kota Harare. Dia dituduh memberikan akses ilegal kepada orang asing.

Sementara dua tersangka lainnya, diketahui bekerja sebagai petugas kebersihan. Pencurian itu diduga terjadi antara 1 Desember dan awal Januari.

"Johanne Mapurisa membeli sebuah sedan Toyota Camry dan sebuah rumah seharga USD 20.000 (setara Rp 281 juta) setelah pencurian tersebut," kata Teveraishe Zinyemba, jaksa penuntut umum di pengadilan Chinhoyi.

"Saymore Nhetekwa juga membeli mobil Honda ... dan beberapa hewan ternak, termasuk babi dan sapi, dalam jumlah yang tidak diungkapkan," lanjutnya menjelaskan.

Tidak jelas disebutkan apakah Mugabe ada di rumah pedesaannya saat pencurian terjadi.

Ketiga tersangka telah dibebaskan dengan jaminan, namun kantor berita AFP melaporkan bahwa ada satu pelaku lain yang masih buron. Polisi Zimbabwe masih terus mencarinya.

Robert Mugabe, sekarang berusia 94, dipaksa turun dari jabatan kepresidenan oleh militer Zimbabwe pada 2017 lalu.

Hingga saat itu, ia telah berkuasa selama 37 tahun, pertama sebagai perdana menteri dan kemudian sebagai presiden.

Selain terkenal dengan pernyataan bahwa suatu negara tidak pernah bisa bangkrut, Mugabe juga dituding sengaja menikmati gaya hidup mewah di tengah keruntuhan ekonomi Zimbabwe.

Sementara itu, mata uang dolar Amerika Serikat sangat dihargai di Zimbabwe.

Secara teori, pengeluaran "nota obligasi" bank lokal sama dengan mata uang AS, tetapi pada kenyataannya justru dolar AS lah yang "lebih berkuasa".

Sejak mengundurkan diri, Mugabe dikabarkan mengalami kesulitan berjalan dan menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam menjalani perawatan medis di Singapura.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini