Konvoi Pasukan Turki Diserang Bom di Suriah

Kamis, 5 Desember 2019 16:15 Reporter : Hari Ariyanti
Konvoi Pasukan Turki Diserang Bom di Suriah Sebuah kendaraan bersenjata yang dikendarai tentara Suriah yang didukung Turki di Suriah utara.. ©AFP via Alarabiya

Merdeka.com - Sebuah serangan bom mobil mematikan menargetkan konvoi pasukan Turki pada Rabu di wilayah Suriah utara yang dikontrol kelompok yang didukung Turki, kata organisasi pemantau perang berbasis di Inggris.

Ledakan tersebut menyasar konvoi tentara Turki yang menuju basis militer di barat kota Jarabulus di Provinsi Aleppo, kata Observasi HAM Suriah.

Kelompok pemantau tersebut tak menyebutkan jumlah korban tewas, dan belum ada klaim pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, sebagaimana dilansir dari laman Alarabiya, Kamis (5/12).

Pasukan yang dipimpin Ankara pada 9 Oktober lalu melancarkan serangan lintas-perbatasan terhadap para pejuang Kurdi beberapa ratus kilometer ke timur Jarabulus, mengambil kendali atas sebidang tanah sepanjang 120 kilometer di sepanjang perbatasan selatan Turki.

Sebuah kampanye militer pimpinan Kurdi yang didukung AS mengusir ISIS dari wilayah terakhir mereka di Suriah pada bulan Maret, tetapi para ekstremis terus mengklaim serangan mematikan sejak saat itu. Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 370.000 orang sejak dimulai pada 2011.

1 dari 1 halaman

Presiden AS, Donald Trump mengklaim berhasil mengalahkan ISIS di Suriah pada Desember 2018 sebagai pembenaran atas keputusannya yang tergesa-gesa menarik pasukan AS dari negara itu - sebuah keputusan yang dilaksanakan kembali, termasuk dalam beberapa pekan terakhir

Komandan Pasukan Demokratik Suriah yang bersekutu dengan AS, Jenderal Mazloum Abdi mengumumkan pada Maret lalu bahwa ISIS telah dikalahkan. Trump secara berulang menggembar gemborkan perannya dalam keberhasilan mengalahkan ISIS. Namun, laporan Departemen Luar Negeri mencatat, pada 2018, ISIS membuktikan kemampuannya untuk beradaptasi, terutama melalui upayanya untuk menginspirasi atau mengarahkan pengikut secara online.

"Saat kekhalifahan runtuh, kami melihat ideologi berbahaya ISIS terus menyebar di seluruh dunia pada 2018. ISIS mengakui afiliasi regional baru di Somalia dan di Asia Timur. Pejuang teroris asing yang kembali ke daerah asalnya atau melakukan perjalanan ke negara ketiga untuk bergabung dengan cabang ISIS di sana. Dan teroris lokal, orang-orang yang tidak pernah menginjakkan kaki di Suriah atau Irak, juga melakukan serangan," jelas Sales, dilansir dari CNN, Sabtu (2/11). [pan]

Baca juga:
Kisah Pasangan Suriah Menikah di Pengungsian
Aksi Warga Kurdi Lempari Konvoi Militer Turki dengan Batu
Trump Akui Tentara AS yang Masih di Suriah untuk Amankan Minyak
Konvoi Militer AS Tinggalkan Suriah
Ambisi Terselubung Erdogan di Balik Operasi Militer di Suriah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini