Konferensi membahas nasib Yerusalem digelar di Indonesia

Senin, 14 Desember 2015 12:25 Reporter : Muhammad Radityo
Konferensi membahas nasib Yerusalem digelar di Indonesia Dubes Palestina untuk RI umumkan forum diskusi Yerusalem. ©2015 Merdeka.com/Marcheilla Ariesta

Merdeka.com - Untuk menghadirkan peran nyata bagi bangsa Palestina, pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan internasional berjudul 'International Confrence on the Question of Jerusalem', di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/12). Pertemuan itu diikuti perwakilan 25 negara anggota dan 24 negara pengamat dari komite Palestina. Menteri Luar Negeri Palestina Riad Al-Maliki juga hadir dalam konferensi ini.

Acara yang dibuka langsung oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menegaskan bagaimana peran Indonesia yang mendukung penuh kemerdekaan Palestina.

"Ini untuk menunjukkan dukungan penuh pemerintah dan rakyat Indonesia yang konsisten untuk bangsa dan perjuangan rakyat Palestina demi mencapai kemerdekaan sejati," ujar Menlu Retno.

Lebih jauh, Menlu Reto menegaskan mengapa Yerusalem yang menjadi penekanan, hal itu dikarenakan kota suci ini memiliki isu yang paling rumit. "Yerusalem merupakan isu yang paling rumit dan merupakan tempat suci bagi umat di tiga agama berbeda di dalamnya, Islam, Nasrani, dan Yahudi," jelasnya.

Posisi Indonesia terhadap Palestina sudah dimandatkan oleh UUD5, dimana Indonesia mendukung perdamaian terhadap perbatasan yang telah ditetapkan pada tahun 1967.

"Selain dukungan politik kita yang terus menerus, kita juga dalam pembicaraan dengan negara lain, contohnya pada setiap pertemuan bilateral, kita mendorong setiap negara untuk mengakui, serta memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina,"tutup Menlu Retno [ard]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini