Kisah Militan ISIS Berdarah Arab Israel yang Tak Diakui Negaranya (Bagian 3-Habis)

Jumat, 20 Desember 2019 07:27 Reporter : Hari Ariyanti
Kisah Militan ISIS Berdarah Arab Israel yang Tak Diakui Negaranya (Bagian 3-Habis) Mohammed Khalid, militan ISIS yang merupakan warga Arab Israel.. ©The National

Merdeka.com - Mohammed Khalid, warga Arab Israel yang menjadi anggota ISIS kini ditahan di penjara Kurdi Irak. Pemerintah Israel tak mengakuinya sebagai warga negara. Keluarganya menduga Khalid yang dulu sangat sekuler terkena radikalisasi sehingga kabur ke Suriah bergabung dengan ISIS. Kepada jurnalis The National, Jack Moore, Khalid mengisahkan perjalanannya kabur dari Israel ke Suriah.

Khalid ditahan di penjara Sulaymaniyah, di dalam sebuah ruang isolasi. Dia dinilai tahanan yang berbahaya. Setiap keluar ruangan, matanya ditutup.

Khalid membela aksi perbudakan, pemerkosaan, dan pemenggalan tawanan Barat yang membuat ISIS terkenal sekitar 2014 lalu. Dia mengaku tak tahu soal jurnalis Amerika, James Foley yang pembunuhannya disiarkan langsung ISIS.

"Kalau mereka ditangkap, mereka dibunuh; itu saja. Tidak ada yang namanya dia jurnalis. Jika dia seorang jurnalis atau tentara, bagi kami itu sama saja," jelasnya.

Soal perbudakan, dia mengklaim berkaitan dengan perintah agama. Jika tawanannya menolak masuk Islam, maka dia akan dibunuh dan istrinya atau anak-anaknya akan dijadikan budak.

Baca Selanjutnya: ISIS Bakal Makin Kuat...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini