Kisah Empat Bersaudara di Singapura Berada di Garis Depan Lawan Covid-19

Jumat, 10 April 2020 11:33 Reporter : Hari Ariyanti
Kisah Empat Bersaudara di Singapura Berada di Garis Depan Lawan Covid-19 Firdaus, Fazlina, Faiz dan Sakinah Surani. ©Straits Times PHOTO/JASON QUAH

Merdeka.com - Di saat kebanyakan warga Singapura bekerja dari rumah karena wabah corona dalam beberapa pekan ini, empat orang dari lima bersaudara keluarga Surani ini tetap bekerja di luar, berada di garis depan setiap hari.

Firdaus (37) dan Sersan Faiz (27), bertugas di Pasukan Pertahanan Sipil Singapura ,(SCDF). Putri sulung keluarga itu, Fazlina (36), adalah perawat klinis di rumah sakit Tan Tock Seng. Adik keempat mereka, Sersan Staf Sakinah (29), petugas tanggap darurat Pasukan Kepolisian.

Saudara kelima mereka, seorang perempuan, bekerja sebagai manajer cabang regional di toko makanan dan minuman.

Pada Jumat (10/4), yang merupakan Hari Saudara Kandung, yang diperingati di sebagian wilayah di dunia, empat bersaudara ini berangkat kerja untuk bertugas di garis depan dalam melawan virus corona.

Didorong oleh orang tua mereka untuk mengejar karir di lembaga-lembaga publik, pekerjaan mereka sehari-hari telah dipengaruhi oleh pandemi ini, hingga tingkat yang berbeda-beda.

1 dari 2 halaman

Faiz, yang termuda, adalah paramedis SCDF yang tugasnya termasuk menanggapi keadaan darurat medis dan memberikan perawatan pra-rumah sakit kepada pasien.

Meskipun tidak banyak yang berubah sejak wabah, Faiz mengatakan dia sekarang diharuskan memakai APD saat mendatangi pasien. Dia telah bekerja di SCDF selama empat tahun.

Sebagai spesialis pusat operasi, Firdaus, yang tertua, adalah titik kontak pertama bagi anggota masyarakat ketika mereka menelepon hotline darurat SCDF, 995. Dia mendapatkan informasi yang diperlukan untuk menentukan respons yang sesuai, yang baru-baru ini termasuk melakukan triase medis, atau memprioritaskan urutan perawatan, untuk pasien Covid-19 yang dicurigai. Dia telah 15 tahun bekerja di SCDF.

Saat staf pusat operasi berkomunikasi dengan para responden darurat untuk memantau situasi di lapangan, para bersaudara ini kadang berpapasan ketika sedang bertugas.

"Sungguh menghangatkan hati jika saya bisa mendengar suara Firdaus di ujung saluran telepon atau di udara," kata Faiz, dilansir dari The Straits Times, Jumat (10/4).

"Kita harus profesional, tetapi senang mengetahui bahwa dia ada di sana melakukan perannya dalam kepolisian," tambah Firdaus.

2 dari 2 halaman

Sebagai seorang perwira polisi, Sakinah sekarang secara teratur dikerahkan ke Fasilitas Karantina Pemerintah untuk menjaga ketertiban.

Fazlina, yang bekerja di unit ginjal, telah mulai melakukan prosedur dialisis rawat jalan untuk pasien dialisis yang dilayani dengan perintah karantina rumah.

Kedua bersaudara ini sangat dekat, dan sering berjanji bertemu untuk makan bareng, kata Fazlina.

Sebelum pandemi ini, seluruh keluarga akan berkumpul bersama setiap bulan untuk piknik di East Coast Park atau makan di rumah orang tua mereka di Hougang, tempat Faiz dan Sakinah masih tinggal. Firdaus dan Fazlina menikah dan tinggal bersama keluarga mereka sendiri.

Kata ayah mereka, Surani Kasnan, tukang las berusia 62 tahun, "Saya selalu mendukung anak-anak saya. Dengan situasi saat ini, saya bangga dan senang mereka dapat melakukan bagian mereka untuk Singapura."

Baca juga:false
Dampak Corona, Singapura Beri Bantuan Tunai Rp9 Juta Bagi Warga di Atas 21 Tahun
Konglomerat Indonesia Sumbang Rp5,7 Miliar ke Singapura buat Tangani Corona
12 Tempat Wisata di Singapura yang Populer dan Instagramable, Wajib Dikunjungi
WNI Lansia Meninggal di Singapura karena Corona, Sebelumnya Berada di Tanah Air
2 WNI di Singapura Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, Sudah Dipulangkan dari RS
25 WNI di Singapura Positif Terinfeksi Virus Corona

[bal]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini