Kim Jong Un Perintahkan Dua Orang Dieksekusi untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

Jumat, 27 November 2020 19:29 Reporter : Hari Ariyanti
Kim Jong Un Perintahkan Dua Orang Dieksekusi untuk Cegah Penyebaran Virus Corona kim jong un. ©2015 REUTERS/KCNA

Merdeka.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah memerintahkan dua orang dieksekusi untuk mencegah penyebaran virus corona. Selain itu, Kim Jong Un juga melarang penangkapan ikan di laut dan menutup ibu kota Pyongyang. Hal ini diungkapkan Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan kepada anggota parlemen pada Jumat (27/11).

Salah satu anggota parlemen, Ha Tae-keung, mengutip NIS yang mengatakan Kim Jong Un menunjukkan "kemarahan yang berlebihan" dan mengambil "tindakan irasional" akibat pandemi Covid-19 dan dampak ekonominya.

Dilansir Hindustan Times, Jumat (27/11), NIS mengatakan kepada anggota parlemen, Korea Utara mengeksekusi penukar uang terkenal di Pyongyang bulan lalu setelah menahan orang yang bertanggung jawab atas penurunan nilai tukar.

Dia mengutip NIS yang mengatakan Korea Utara juga mengeksekusi seorang pejabat penting pada Agustus karena melanggar peraturan pemerintah yang membatasi barang yang dibawa dari luar negeri. Kedua orang yang dieksekusi itu tak disebutkan namanya.

Kepada anggota parlemen, NIS menyampaikan Korea Utara juga telah melarang penangkapan ikan dan produksi garam di laut untuk mencegah air laut terinfeksi virus.

Korea Utara baru-baru ini juga mengisolasi Pyongyang dan Provinsi Jagang utara terkait virus. Awal bulan ini, daerah lain ditutup di mana para pejabat menemukan barang-barang ilegal dan mata uang asing.

NIS memiliki catatan beragam dalam mengkonfirmasi perkembangan di Korea Utara, salah satu negara paling tertutup dan misterius di dunia.

Korea Utara mengklaim tak ada satu pun kasus virus corona di wilayahnya, klaim yang diperdebatkan oleh para ahli dari luar, meskipun mereka mengatakan melakukan upaya habis-habisan untuk mencegah penyebaran virus. Wabah besar dapat menimbulkan konsekuensi yang mengerikan karena buruknya sistem perawatan kesehatan Korea Utara.

Pandemi tersebut juga membuat Korea Utara bersikeras untuk menutup perbatasannya dengan China, mitra dagang terbesar dan pemberi bantuan, pada Januari.

Baca Selanjutnya: Peringatan untuk Diplomat...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini