Kian Mesranya Arab-Israel di Timur Tengah

Rabu, 3 Juli 2019 08:04 Reporter : Pandasurya Wijaya
Kian Mesranya Arab-Israel di Timur Tengah menlu bahrain dan jurnalis israel. ©Time of Israel

Merdeka.com - Pertemuan ekonomi di Bahrain 25 Juni lalu adalah pesan kepada rakyat Palestina bahwa negara Islam Sunni di Teluk bisa meraih kesepakatan damai dengan Israel, bahkan sebelum konflik Palestina-Israel berakhir. Sudah bukan rahasia lagi, negara-negara Arab di Teluk kini menjalin hubungan yang makin mesra dengan Israel dalam beberapa tahun belakangan. Mereka punya musuh bersama: Iran.

Pekan lalu di Bahrain salah satu rahasia umum yang makin terungkap jelas di Timur Tengah adalah hubungan antara negara Israel dan sejumlah negara Arab Teluk, termasuk Arab Saudi, Oman, dan Bahrain. Palestina tersingkir dari perhatian karena mereka memboikot pertemuan di Bahrain.

Dilansir dari laman Al-Monitor, Senin (1/7), para pejabat senior dari negara Arab berbicara hangat dengan para pengusaha Israel dalam pertemuan itu. Menurut sejumlah laporan jurnalis Israel, pemerintah Bahrain menyiapkan pertemuan itu jauh hari sebelumnya agar Israel merasa nyaman dalam pertemuan itu. bahkan mereka meminta sebuah kelompok minoritas Yahudi untuk membagi kisah mereka kepada media Israel.

Yang paling mengagetkan adalah Menteri Luar Negeri Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmad al Khalifa yang menggelar wawancara dengan sejumlah stasiun televisi Israel dan media Negeri Zionis. Meski Khalifa masih menyoroti pentingnya mendirikan negara Palestina, namun dia juga menyerukan ada dialog langsung kubu Palestina dengan Israel.

Khalifa juga menyesalkan Palestina yang memboikot acara itu dan dia mendukung aksi Israel terhadap Iran di Suriah.

"Setiap negara berhak membela diri," kata dia mendukung Israel.

Seorang menteri Israel yang terlibat dalam acara itu mengatakan kepada Al-Monitor, Jerusalem merasa kaget dengan sambutan hangat Bahrain kepada Negeri Bintang Daud dan pernyataan keras Bahrain kepada Palestina.

"Kita sudah sering mendengar kata-kata ini dalam obrolan yang tertutup, tapi ini adalah kali pertama pernyataan itu disampaikan secara luas dan di depan kamera" kata sang menteri yang menolak diketahui identitasnya.

Sang menteri memperkirakan pertemuan di Bahrain akan menyingkirkan hambatan-hambatan komersil selama ini antara Israel dengan Negara Teluk. Hubungan dengan Israel harusnya ada kaitannya dengan teknologi perang dan pengawasan, sebagai contoh adalah bagaimana program dari perusahaan teknologi Israel membantu melacak keberadaan Jurnalis Jamal Khashoggi yang kemudian dibunuh secara keji di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. [pan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini