Ketika Ujaran Zakir Naik Bikin Berang Malaysia

Jumat, 16 Agustus 2019 07:24 Reporter : Pandasurya Wijaya
Ketika Ujaran Zakir Naik Bikin Berang Malaysia zakir naik. ©2019 Indiatoday.in

Merdeka.com - Tokoh agama Islam asal India Zakir Naik memicu kemarahan warga Malaysia setelah dia menyarankan etnis minoritas China diusir dari negara itu.

Rabu lalu dua menteri Malaysia mengatakan kepada Perdana Menteri Mahathir Mohamad dalam rapat kabinet agar Naik dideportasi karena ujarannya mengandung hasutan kebencian.

"Kami sudah menyampaikan pandangan bahwa tindakan harus diambil. Zakir Naik harusnya tidak boleh lagi tinggal di Malaysia," kata Menteri Komunikasi dan Multimedia Gobind Singh Deo dan Menteri Sumber Daya Manusia M Kuasegaran dalam pernyataan bersama, seperti dilansir laman Aljazeera, Kamis (14/8).

"Perdana Menteri harus mencermati keprihatinan kami. Kami serahkan kepada beliau keputusan apa yang akan diambil untuk mengatasi masalah ini."

Sumber yang mengetahui soal isi rapat kabinet mengatakan kepada Aljazeera, Mahathir akan menyelesaikan masalah ini.

"Tapi dia tidak memberi rincian," kata sumber itu.

Belum diketahui kapan kabinet akan mengambil keputusan soal Naik.

Zakir Naik diberi izin tinggal permanen di Malaysia oleh pemerintahan sebelumnya. Pria 53 tahun itu sudah tinggal di Negeri Jiran selama tiga tahun.

1 dari 2 halaman

Pendatang Lama dan Pendatang Baru

Sosoknya sempat memicu kecaman publik ketika dia mengatakan umat Hindu di Malaysia punya 100 kali hak lebih banyak ketimbang minoritas muslim di India dan mereka mendukung perdana menteri India, bukan perdana menteri Malaysia.

Dalam beberapa pekan belakangan, isu soal ras dan agama mengemuka di tengah masyarakat Malaysia.

Umat Islam di Malaysia mencapai 60 persen dari 32 juta penduduk. Sisanya adalah etnis China, India yang kebanyakan Hindu.

Naik menyinggung soal komunitas etnis China ketika dia menanggapi seruan agar dirinya dideportasi.

"Seseorang menyebut saya cuma pendatang. Saya jawab, sebelum saya ada orang China yang lebih dulu jadi pendatang. Kalau Anda ingin pendatang yang baru pergi, mintalah pendatang lama yang duluan pergi," kata Naik.

"Orang China tidak lahir di sini, sebagian tidak lahir di sini. Generasi baru mungkin iya," kata Naik ketika berbicara di Negara Bagian Kelantan 8 Agustus lalu.

Tagar #ZakirNaik Rabu lalu melonjak naik ke urutan ketiga di Twitter Malaysia ketika ujarannya menyebar di media sosial.

Naik kemudian menuduh media memelintir kata-katanya dan salag mengutip omongannya.

"Hormat saya kepada pemerintah Malaysia atas perlakuan Islami dan adil kepada seorang minoritas Hindu yang omongannya dipelintir dan salah dikutip untuk kepentingan politik dan menciptakan keresahan publik," ujar Naik dalam pernyataannya kepada wartawan dua hari lalu.

Namun rekaman video pidato Naik yang diunggah portal Malaysiakini memperlihatkan dia memang mengucapkan kata-kata yang menyerang orang Hindu Malaysia dan etnis China.

Menteri termuda Malaysia, Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq Abdul Rahman mendukung seruan agar Naik dideportasi.

"Cukup sudah," kata Saddiq. "Saya kenal banyak orang China dan India yang bersedia mengorbankan nyawanya demi negara yang mereka cintai. Sungguh konyol menganggap saudara sebangsa saya adalah pendatang," kata Saddiq.

Ketika ditanya apakah dia mendukung seruan tiga menteri untuk mendeportasi Naik, Saddiq menjawab: "Ya."

"Serangan kepada saudara kita etnis China dan India adalah serangan terhadap seluruh orang Malaysia," kata menteri muda itu di grup WhatsApp.

"Demi Allah, mereka adalah keluarga saya. Cukup sudah," kata dia.

2 dari 2 halaman

Dilarang di India

Menteri Perairan, Tanah, dan Sumber Daya Alam Xavier Jayakumar mengatakan jika Malaysia mengabaikan pernyataan Naik dan membiarkan dia leluasa di Malaysia maka itu bisa memicu perpecahan rasial dan agama.

"Kita tidak butuh orang yang pernyataannya menghasut dengan tujuan memecah belah warga muslim dan non-muslim di Malaysia," kata Menteri Jayakumar.

Tapi kantor berita Malaysia Bernama mengutip pernyataan perdama Menteri Mahathir yang Selasa lalu mengatakan Naik tidak bisa dipulangkan ke India karena 'khawatir dia dibunuh di sana'.

"Jika ada negara yang ingin menerimanya maka silakan saja," kata Mahathir.

Pada 2016 India melarang yayasan milik Naik karena dianggap memecah belah agama. Tuduhan itu sudah dibantah oleh Naik.

[pan]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini