Ketika pelecehan seksual di gereja Katolik mengguncang Jerman

Kamis, 27 September 2018 07:22 Reporter : Pandasurya Wijaya
Ketika pelecehan seksual di gereja Katolik mengguncang Jerman pastor gereja katolik di jerman. ©AFP/Arne Dedert

Merdeka.com - Menteri Kehakiman Jerman menyebut sebuah laporan mengejutkan tentang pelecehan seksual pastor Gereja Katolik terhadap anak-anak kemungkinan adalah fenomena gunung es.

Gereja Katolik Jerman dua hari lalu merilis laporan penyelidikan selama beberapa dekade tentang pelecehan seksual para pastor terhadap anak-anak. Laporan itu menyebut ada 3.677 anak jadi korban, sebagian besar adalah anak laki-laki, yang mengalami pelecehan seks antara 1946 hingga 2014. Sebanyak 1.670 tokoh agama, kebanyakan pastor, terlibat.

Menteri Kehakiman Katarina Barley menyerukan gereja bekerja sama dengan sistem peradilan untuk menyeret sebanyak mungkin kasus itu ke pengadilan.

Sebelum laporan itu dirilis dalam konferensi uskup Jerman di Fulda, Ketua Gereja Reinhard Marx menyerukan pentingnya membangun kembali kepercayaan jemaat dan masyarakat.

"Banyak orang tidak percaya lagi dengan kita," kata dia, seperti dilansir laman The Guardian, Selasa (24/9).

Dia kemudian mengatakan laporan gereja itu bisa menjadi titik balik penting bagi gereja Katolik Jerman, dan bukan hanya di Jerman saja.

Marx mengatakan dia merasa malu dan ingin memohon maaf kepada para korban.

Laporan gereja Jerman ini bertepatan dengan pengakuan Paus Fransiskus yang menyatakan saat ini orang-orang semakin menjauh dari gereja karena banyaknya skandal pelcehan seksual yang terungkap, termasuk yang baru-baru ini terjadi di Amerika Serikat dan Chile.

Laporan di Jerman ini menyatakan 60 persen pastor pelaku pelecehan seks terhindar dari hukuman dan sebagian dari mereka juga secara sistematis berpindah ke paroki lain dengan harapan kejahatan mereka tertutupi.

Perwakilan pemerintah untuk kasus pelecehan seksual terhadap anak, Johannes Wilhelm Rorig mendesak gereja untuk memberikan kompensasi kepada para korban. Dia juga meminta gereja memberi akses kepada jaksa untuk menyelidiki dokumen-dokumen buat memeriksa semua tuduhan.

Kasus pertama pelecehan seksual di gereja Katolik Jerman terungkap sekitar 10 tahun lalu. Para pengamat menilai gereja tidak melakukan tindakan yang memadai untuk mencegah kejahatan ini kembali terjadi.

Para pemimpin gereja kini didesak mengumumkan reformasi sebelum tiba hari konferensi hari ini.

Laporan ini berdasarkan data yang dikumpulkan dari 27 keuskupan di Jerman, termasuk 38 ribu dokumen tanpa nama. Namun tim penyusun laporan yang ditunjuk gereja dan menghabiskan waktu empat tahun buat menulis laporan ini mengatakan mereka tidak diizinkan mengakses dokumen asli dari arsip gereja dan ada sejumlah dokumen dari sedikitnya dua keuskupan yang dimanipulasi dan dihancurkan.

Dalam laporan ini terungkap lebih dari separuh korban adalah anak berusia di bawah 13 tahun ketika mengalami pelecehan pertama kali. Pelecehan seksual ini berlangsung selama beberapa kali setidaknya dalam jangka waktu 15 bulan. Hampir seribu korban di antaranya adalah anak altar. Dalam pelecehan seksual keenam mereka kerap diperkosa. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini