Ketika Habibie Ditanya Soal Tuhan oleh Guru Intelektualnya

Kamis, 12 September 2019 16:00 Reporter : Merdeka
Ketika Habibie Ditanya Soal Tuhan oleh Guru Intelektualnya habibie dan Helmut Schmidt. ©Habibie Center

Merdeka.com - Tak hanya sebagai Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie dikenal sebagai tokoh intelektual Indonesia dan dunia.

Banyak yang menilai bahwa pria yang akrab disapa Rudy ini identik dengan kejeniusan.

Sejak muda sampai masa tua, ia juga dianggap punya kedekatan dengan Jerman, karena pernah kuliah dan bekerja sebentar di sana. Ia pun dekat dengan sejumlah petinggi Jerman, tak terkecuali beberapa kanselir, salah satunya Helmut Schmidt.

Pria itu adalah politikus Jerman dan anggota Partai Sosial Demokrat Jerman yang menjabat sebagai kanselir dari 1974 hingga 1982. Sebelum menjadi kanselir, ia pernah menjabat sebagai menteri pertahanan dan menteri keuangan.

BJ Habibie menuturkan, Helmut Schmidt adalah negarawan besar yang sering menasihatinya dalam pengembangan demokrasi di Indonesia.

1 dari 2 halaman

Guru Intelektual dan Politik

"Helmut Schmidt adalah bapak intelektual saya. Darinya, saya belajar bagaimana menyelesaikan masalah politik dan pada saat yang sama, tetap realistis. Setiap saat, saya bisa menelepon dia," kata Habibie kepada media Jerman, usai menghadiri upacara penghormatan Schmidt di Hamburg, November 2015.

"Proses demokratisasi di Indonesia adalah juga berkat Helmut Schmidt," tuturnya. "Sejarah Indonesia mungkin berjalan lain, tanpa (nasihat-nasihat) dia, yang menanamkan nilai-nilai politik dan demokrasi pada saya, saya bukan ilmuwan politik. Dari dia, saya belajar tentang budaya politik di Jerman."

"Dia bertanya pada saya, apakah saya percaya Tuhan. Dia paham dan menerimanya, sekalipun dia sendiri bukan orang yang relijius", imbuh Habibie tentang Schmidt.

Ketika Schmidt wafat pada 10 November 2015, BJ Habibie menyampaikan belasungkawanya dengan mengatakan: tanpa persahabatannya dengan Schmidt, mungkin tidak ada demokrasi model barat di Indonesia, sebuah negara dengan populasi muslim terbesar dunia.

Demikian seperti dikutip dari DW Indonesia, Kamis (12/9).

2 dari 2 halaman

Impian Besar Habibie dan Sang Guru Intelektual

Habibie kemudian menggantikan posisi Soeharto dan menjabat sebagai presiden ke-3 Indonesia pada 1998.

Pergantian kekuasaan yang pertama kali di Indonesia, setelah lebih 30 tahun, digunakan BJ Habibie untuk memasang beberapa fundamen penting demokrasi, terutama UU Kebebasan Pers dan UU Pemilu yang baru.

Maka Indonesia pun bisa melangsungkan pemilihan umum demokratis untuk pertama kalinya sejak puluhan tahun pada 1999, diikuti 49 partai politik, termasuk PRD, yang sebelumnya dikejar-kejar dan para aktivisnya dipenjarakan karena berhaluan kiri.

Kedekatan Habibie dengan Jerman memang sudah terkenal. Dia bahkan pernah dituding memiliki kewarganegaraan Jerman. Padahal sebenarnya, dia dianugerahi gelar Warga Kehormatan oleh pemerintah Jerman.

Tahun 1960an, Habibie turut mengembangkan beberapa tipe pesawat Jerman, di antaranya Hansajet HFB 320, dan meniti karir dengan cepat di perusahaan dirgantara MBB --cikal bakal raksasa dirgantara Eropa: Airbus.

Habibie kemudian dipanggil Soeharto agar kembali ke Indonesia untuk menangani bidang riset dan teknologi (menjadi menristek). Kedekatannya dengan pemimpin otoriter ini membuat dia sering jadi sasaran kritik kalangan pro-demokrasi.

Habibie sempat bercerita tentang impian besar dia dengan sang guru intelektual Helmut Schmidt: "Kami ingin membangun jembatan antara Eropa dan Asia Tenggara. Itulah impian kami, dan kami bekerja untuk itu."

Kini Bapak Teknologi dan Tokoh Pembuka Pintu Demokratisasi ini telah tiada. Kepergiannya dianggap meninggalkan kekosongan di tengah hiruk pikuk panggung politik Indonesia.

Sumber: Liputan6.com [pan]

Baca juga:
Jokowi Kenang Pesawat Gatot Kaca Buatan Habibie Mengudara di HUT ke-50 RI
BJ Habibie, Presiden RI Pertama yang Dimakamkan di TMP Kalibata
Jokowi Kutip Pesan BJ Habibie: Tanpa Cinta, Kecerdasan Itu Berbahaya
Mengenal Aachen, Kota Bersejarah Tempat Habibie Meniti Karier di Jerman
Bos SKK Migas: Habibie Sosok Konsisten dengan Visinya

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini