Ketidakadilan Dunia Itu Nyata, Distribusi Vaksin di Negara Kaya vs Negara Miskin

Kamis, 25 Februari 2021 07:27 Reporter : Hari Ariyanti
Ketidakadilan Dunia Itu Nyata, Distribusi Vaksin di Negara Kaya vs Negara Miskin Ghana kirim pasokan medis dengan drone. ©Gavi/2019/Tony Noel via REUTERS

Merdeka.com - Ghana menjadi negara pertama yang menerima vaksin di bawah skema Covax, yang bertujuan untuk memastikan pembagian vaksin yang adil di semua negara, baik negara kaya maupun miskin.

Sebanyak 600.000 dosis vaksin yang dikembangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford, telah tiba di ibu kota negara tersebut, Accra.

Mengapa skema pembagian vaksin diperlukan?

Pandemi virus corona telah menghancurkan mata pencaharian dan merenggut lebih dari 2 juta nyawa di seluruh dunia. Sejauh ini, negara-negara kaya yang lebih mampu membeli vaksin daripada negara miskin.

Dilansir BBC, Rabu (24/2), Covax berharap mengirimkan lebih dari 2 miliar dosis vaksin ke masyarakat di 190 negara dalam kurun waktu kurang setahun. Secara khusus, Covax ingin memastikan 92 negara miskin akan menerima akses vaksin pada saat bersamaan dengan 98 negara kaya.

Skema ini dipimpin WHO dan akan melibatkan Aliansi Vaksin Global (Gavi) dan Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (Cepi).

Baca Selanjutnya: Siapa yang mendanai Covax?...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini