Kepala Polisi Dinonaktifkan karena Lamban Bertindak Saat Penembakan di Sekolah Texas

Kamis, 23 Juni 2022 13:03 Reporter : Pandasurya Wijaya
Kepala Polisi Dinonaktifkan karena Lamban Bertindak Saat Penembakan di Sekolah Texas Salvador Ramos, pelaku penembakan sekolah di Texas. ©Jordan Vonderhaar/Getty Images/AFP

Merdeka.com - Kepala polisi distrik sekolah yang menunda serangan terhadap pelaku penembakan massal di sebuah SD di Uvalde, Texas, telah dinonaktifkan dari tugasnya, kata pengawas kepolisian distrik tersebut hari ini.

Kepala Polisi Pete Arredondo bertugas merespons ancaman keamanan dalam insiden pada 24 Mei itu, yang menewaskan 19 siswa dan dua guru.

Arredondo akan digantikan oleh Letnan Mike Hernandez, kata sang pengawas, Superintenden Hal Harrell, dalam sebuah pernyataan.

Kepala Departemen Keselamatan Publik Texas pada Selasa menyebut respons Arredondo sebagai " kegagalan yang hina" karena dia tidak segera bertindak ketika pelaku masih bersembunyi di dalam kelas di mana para siswa tewas ditembak.

Tindakan yang biasanya dipraktikkan oleh polisi adalah segera menghadapi pelaku penembakan, bahkan jika hal itu membahayakan keselamatan petugas.

Arredondo membela tindakannya dalam wawancara yang dimuat dalam Texas Tribune pada 9 Juni. Dia mengatakan perhatian utamanya adalah menyelamatkan jiwa guru dan siswa sebanyak mungkin.

Namun, katanya, para petugas di lokasi kejadian tidak menemukan kunci untuk membuka pintu lorong ke kelas itu sampai 77 menit setelah penembakan dimulai.

Kepala keselamatan publik Steven McCraw mengatakan dalam sidang dengar pendapat Senat Texas pada Selasa bahwa pintu itu tidak dikunci.

Dia juga mengatakan tidak ada bukti petugas berusaha memeriksa apakah pintu itu terkunci sementara petugas lain mencari kuncinya.

Arredondo, yang baru terpilih sebagai anggota Dewan Kota Uvalde saat terjadi penembakan, juga terancam kehilangan kursinya di dewan itu.

Dia telah mengajukan cuti kepada dewan dan tidak mengikuti pertemuan pada Selasa malam ketika dewan menolak permohonannya.

Jika dia tidak menghadiri pertemuan tiga kali berturut-turut, dewan kota akan memberhentikannya.

Baca juga:
Cerita Murid SD di Texas, "Saya Lumuri Badan dengan Darah Teman agar Tidak Ditembak"
Guru di Texas Sebut Polisi Pengecut karena Biarkan Muridnya Tewas Ditembak Pelaku
Guru di Ohio AS akan Dipersenjatai di Sekolah Setelah Pelatihan 24 Jam
Joe Biden Desak Kongres AS Larang Senapan Gaya Serbu
Kanada akan Buat Undang-Undang Melarang Kepemilikan Senjata
Suami Guru Korban Penembakan Texas Meninggal Dua Hari Setelah Istrinya Tewas
Donald Trump Usulkan Guru di AS Diizinkan Bawa Senjata ke Ruang Kelas
Penembakan Texas, Polisi Baru Ungkap Kronologi Mengejutkan Berbeda dari Sebelumnya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini