Kepala pengawal Assad membelot ke Prancis

Jumat, 6 Juli 2012 16:58 Reporter : Ardyan Mohamad
Kepala pengawal Assad membelot ke Prancis Brigadir Jenderal Manaf Tlas bersama Presiden Suriah Basyar al-Assad. keduanya bersahabat sejak masih di akademi militer. (syrianhistory.com)

Merdeka.com - Brigadir Jenderal Manaf Tlas, Komandan pasukan khusus Garda Republik Suriah sekaligus sahabat Presiden Basyar al-Assad, membelot karena pembunuhan warga sipil terus berlanjut. Dia berangkat menuju Ibu Kota Paris, Prancis, mengikuti konferensi pemantau independen 'Sahabat Suriah'.

Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Jumat (6/7), Tlas kemarin meninggalkan kantornya di Ibu Kota Damaskus, Suriah, menuju perbatasan Turki. Salah seorang sumber memastikan dia telah dalam perjanalan menuju Paris.

Tlas, 46 tahun, adalah sahabat Assad. Mereka seangkatan saat menempuh pendidikan di sekolah militer. Keluarga Tlas banyak mengabdi di kabinet Suriah. Ayah Tlas, Mustafa Tlas, dulu menjabat Menteri Pertahanan di masa pemerintahan Presiden Hafez al-Assad.

Garda Republik adalah pasukan pengawal khusus presiden. Selama pemberontakan 16 bulan terakhir, dia salah satu tangan kanan Assad. Bila Tlas membelot, dipastikan kekuatan rezim Suriah berkurang. Keputusan jenderal berbintang satu ini juga berpontensi memancing desersi perwira tinggi lainnya.

Juru bicara oposisi Pasukan Pembebas Suriah, Riad al-Asaad, mengaku terlibat dalam pembelotan Tlas. "Orang kami menjemput dia di perbatasan Turki," kata dia.

Sumber Aljazeera mengungkapkan Tlas memutuskan membelot karena pembantaian di Provinsi Homs tidak berhenti hingga sekarang. Padahal keluarga besar Tlas tinggal di Kota Rastan, wilayah tengah provinsi basis oposisi itu.

Dia dijadwalkan mengikuti pertemuan 'Sahabat Suriah' dalam waktu secepatnya. Konferensi dipimpin Presiden Prancis Francois Hollande dan dihadiri negara-negara pemantau independen itu sedang merumuskan sanksi bagi rezim Assad.

Sejak demonstrasi anti-Assad pecah tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan 14 ribu orang tewas, kebanyakan warga sipil. [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Basyar Al Assad
  2. Konflik Suriah
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini