Keluarga Bantah Klaim China Soal Pembebasan Tahanan Uighur dari Kamp Pelatihan

Kamis, 1 Agustus 2019 16:07 Reporter : Hari Ariyanti
Keluarga Bantah Klaim China Soal Pembebasan Tahanan Uighur dari Kamp Pelatihan Kamp Muslim Uighur di Xinjiang. ©REUTERS/Thomas Peter

Merdeka.com - Pemerintah China mengklaim telah membebaskan 90 persen tahanan muslim Uighur dari kamp di Xinjiang yang disebut sebagai tempat pendidikan (pelatihan) ulang. Dalam klaimnya, pemerintah China juga menyebut warga yang telah dibebaskan kini telah mendapatkan pekerjaan.

Namun keluarga muslim Uighur membantah klaim tersebut. Termasuk juga penolakan atas klaim tersebut datang dari Amerika Serikat dan organisasi HAM. Demikian dilansir dari laman Alaraby, Kamis (1/8).

China diperkirakan telah menahan 1,5 juta muslim, mayoritas dari etnis Uighur di kamp pelatihan yang disebut sebagai kamp konsentrasi oleh pengacara dan organisasi HAM dunia.

China mengklaim langkah itu sebagai upaya mengatasi ancaman separatis dan ekstremis Islam di wilayah tersebut, dan melabeli tahanan dengan sebutan 'siswa' yang harus dilatih agar bisa berintegrasi dengan masyarakat China.

Wakil pemimpin pemerintah Xinjiang, Alken Tuniaz mengklaim lebih dari 90 persen 'siswa' telah menyelesaikan pelatihan dan kembali ke keluarga mereka.

"Sebagian besar telah berhasil mendapatkan pekerjaan," ujarnya.

Namun para ahli dan pengacara meragukan klaim tersebut karena tak ada bukti pembebasan tahanan dalam jumlah besar.

"China membuat pernyataan yang menipu dan tidak dapat diverifikasi dalam upaya sia-sia untuk menghilangkan kekhawatiran di seluruh dunia atas penahanan massal warga Uighur dan anggota etnis minoritas lainnya di Xinjiang," kata Direktur Asia Tenggara dan Asia Timur Amnesty International, Nicholas Bequelin dalam sebuah pernyataan.

"Kami tidak menerima laporan pembebasan dalam skala besar, faktanya keluarga dan teman-teman para tahanan belum bisa menghubungi mereka (tahanan)," imbuhnya.

Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon dalam pernyataan bersama juga mengatakan mereka tidak dapat memverifikasi klaim yang masih kabur.

Skeptisisme yang sama itu disampaikan Kongres Uighur Dunia, sebuah kelompok yang berbasis di Jerman yang mengkampanyekan penentuan nasib masyarakat Uighur, yang mengatakan klaim itu memiliki pola yang dapat diprediksi dari pernyataan meragukan.

Muslim Uighur di seluruh dunia meramaikan media sosial dengan tagar #ProveThe90, meminta Tuniaz menyampaikan di mana keluarga mereka yang hilang, yang sebelumnya diduga ditahan di kamp pelatihan.

"Jika memang benar mereka dibebaskan, maka izinkan saya berbicara dengan ibu saya!" kata salah seorang pengguna Twitter.

"90%?? Tunjukkan saya orang tua saya, #ProveThe90.! Saya sangat merindukan orang tua saya, buktikan wahai pembohong!"

Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon juga mendesak China mengizinkan pejabat PBB memiliki akses tanpa batas ke kamp-kamp, dan memungkinkan umat Islam untuk bepergian dengan bebas dari Xinjiang dan China. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Muslim Uighur
  2. Uighur
  3. China
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini