Kelompok Pembela HAM: Militer Myanmar Bunuh 43 Anak Sejak Kudeta

Jumat, 2 April 2021 13:15 Reporter : Pandasurya Wijaya
Kelompok Pembela HAM: Militer Myanmar Bunuh 43 Anak Sejak Kudeta Remaja tewas ditembak tentara Myanmar. ©REUTERS/Stringer

Merdeka.com - Kelompok pembela hak asasi Save the Children mengatakan sedikitnya 43 anak tewas dibunuh oleh aparat keamanan sejak kudeta 1 Februari lalu.

Save the Children menuturkan kondisi di negara Asia Tenggara itu seperti "mimpi buruk" karena bocah enam tahun pun tewas dibunuh tentara.

Kelompok pemantau di Myanmar menyebut sejauh ini sudah 538 orang tewas dibunuh aparat keamanan.

Dalam siaran persnya, Save the Children mengatakan korban tewas anak-anak meningkat dua kali lipat dalam 12 hari terakhir.

"Ini sangat mengerikan karena sejumlah anak-anak dilaporkan tewas di rumah mereka, tempat yang seharusnya menjadi perlindungan bagi mereka," kata Save the Children, seperti dilansir laman ABC, Jumat (2/4).

Bocah enam tahun menjadi korban tewas paling muda dan bayi satu tahun terluka setelah matanya terkena peluru karet.

Save the Children juga melaporkan terjadinya serangan di sebuah sekolah di Negara Bagian Kayin pada 29 Maret. Kondisi tegang, menakutkan dari kekerasan yang terjadi bisa berdampak cukup mendalam bagi kesehatan mental jutaan anak di Myanmar.

"Keluarga yang berduka--di antara mereka anak-anak yang melihat saudaranya mati--mengalami rasa kehilangan dan kepedihan yang tidak terbayangkan."

Dewan Keamanan PBB kemarin dalam pernyataannya mengutuk keras penggunaan kekerasan oleh militer Myanmar terhadap demonstran, namun mengabaikan kemungkinan mengambil tindakan terhadap militer Myanmar. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini