Kelompok Ekstrem Serang Kantor Polisi dan Sandera Enam Petugas

Senin, 19 April 2021 09:32 Reporter : Pandasurya Wijaya
Kelompok Ekstrem Serang Kantor Polisi dan Sandera Enam Petugas gelombang protes anti-prancis di pakistan. ©AFP

Merdeka.com - Polisi Pakistan kemarin mengatakan kelompok ekstrem kanan menyandera enam personel polisi di markas mereka di Lahore setelah bentrokan selama sepekan di tengah unjuk rasa yang menentang penangkapan salah satu pemimpin mereka.

Laman Aljazeera melaporkan, Minggu (18/4), kelompok ekstrem Tehreek-e-Labbaik (TLP) yang dilarang pemerintah awal pekan lalu menggelar unjuk rasa ke jalanan untuk memprotes penangkapan pemimpin mereka Saad Rizvi.

"Hari ini pagi tadi segerombolan penjahat menyerang Kantor Polisi Nawankot tempat para polisi dan petugas jagawana terjebak di dalamnya dan inspektur Nawankot diculik," kata pernyataan dari kepolisian Punjab, Negara Bagian Lahore kemarin.

Pernyataan itu menyebut para penyerang membawa senjata bom molotov dan mencuri sebuah truk tanker yang memuat 50.000 liter bensin.

Juru bicara kepolisian Lahore Arif Rana mengatakan kepada Reuters, seorang polisi senior dan dua petugas paramiliter termasuk di antara enam aparat yang ditangkap oleh para demonstran TLP.

Polisi mengatakan mereka sudah menggelar operasi untuk merespons serangan itu.

Stasiun televisi Pakistan dilarang menyiarkan berita seputar TLP sejak organisasi itu dilarang dan kemarin layanan internet juga diputus di lokasi terjadinya bentrokan.

Dalam jumpa pers di Ibu Kota Islamabad, Menteri Dalam Negeri Sheikh Rasheed mengatakan situasi di Lahore masih "mencekam" dan aparat dikerahkan ke kawasan persimpangan Yateem Khana, sekitar satu kilometer dari markas TLP.

Baca Selanjutnya: Para pendukung TLP kemarin menyebarkan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini