Kelompok Anti Vaksin di Berlin Unjuk Rasa Tolak Pembatasan Akibat Pandemi Covid-19

Minggu, 2 Agustus 2020 20:10 Reporter : Hari Ariyanti
Kelompok Anti Vaksin di Berlin Unjuk Rasa Tolak Pembatasan Akibat Pandemi Covid-19 Demo pembatasan akibat pandemi virus corona di Berlin.. ©CNN

Merdeka.com - Kerumunan besar kelompok sayap kanan berkumpul di Brandenburg Gate, Berlin, Jerman pada Sabtu untuk berunjuk rasa menolak sejumlah pembatasan yang diberlakukan pemerintah Jerman untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Unjuk rasa sebelumnya pada Sabtu dikritik polisi karena tidak mematuhi aturan jaga jarak sosial dan pemakaian masker.

Unjuk rasa yang dinamai penyelenggara sebagai "Hari Kebebasan - Akhir Pandemi," dihadiri kelompok anti vaksin dan beberapa organisasi sayap kanan dan neo Nazi. Dalam siaran langsung unjuk rasa, beberapa demonstran terdengar meneriakkan, "Kami adalah gelombang kedua."

Pedoman baru virus corona di Jerman menetapkan orang harus menjaga jarak 1,5 meter. Masker wajah harus dipakai.

Polisi Berlin mengatakan di Twitter bahwa sebagian besar pengunjuk rasa tidak mematuhi aturan jarak sosial atau mengenakan masker.

"Rekan-rekan kami menggunakan pengeras suara, mendesak agar mereka mematuhi peraturan. Kami juga mendokumentasikan ketidakpatuhan untuk kemungkinan penuntutan nanti," jelas kepolisian Berlin, menambahkan bahwa pengaduan pidana diajukan terhadap salah satu penyelenggara unjuk rasa karena tidak mematuhi aturan, dikutip dari CNN, Minggu (2/8).

Polisi memperingatkan sekitar 17.000 demonstran, mereka diizinkan ikut turun ke jalan jika memakai masker dan menerapkan jaga jarak sosial.

Siaran langsung menunjukkan hampir tak ada demonstran yang memakai masker, walaupun MC memperingatkan kerumuman dari atas panggung agar menerapkan jaga jarak sosial sehingga tidak dijadikan dalih bagi pihak berwenang untuk membubarkan unjuk rasa.

1 dari 1 halaman

Jerman mencatat 955 kasus infeksi virus corona baru dalam 24 jam untuk pertama kalinya sejak Mei, menurut data dari Robert Koch Institute, Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Jerman. Pertama kali Jerman mencatat kasus tertinggi harian pada Mei lalu.

Lembaga tersebut mengatakan lemahnya penegakan aturan sosial dan kebersihan serta para pelancong yang kembali dari luar negeri seharusnya disalahkan atas lonjakan tajam kasus infeksi.

Menteri Perekonomian Jerman, Peter Altmaier mengatakan dalam sebuah unggahan di Twitter pada Sabtu bahwa angka baru ini "mengkhawatirkan".

"Terutama karena itu bukan 'hot spot' yang besar tetapi kelompok infeksi yang lebih kecil. Risiko utama perlu disebutkan secara jelas sehingga memungkinkan pencegahan yang lebih terarah," tulis Altmaier.

Mulai Sabtu, semua pelancong yang datang ke Jerman akan mendapatkan tes virus corona gratis hingga 72 jam setelah kedatangan, menurut arahan baru Kementerian Kesehatan Jerman.

[pan]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Virus Corona
  3. Covid 19
  4. Jerman
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini