Kejar AS, Rusia dan China Sepakat Kerjasama Bangun Stasiun Luar Angkasa di Bulan

Rabu, 10 Maret 2021 13:54 Reporter : Hari Ariyanti
Kejar AS, Rusia dan China Sepakat Kerjasama Bangun Stasiun Luar Angkasa di Bulan ilustrasi bulan. ©shutterstock/Claudio Divizia.com

Merdeka.com - Rusia dan China menandatangani sebuah kesepakatan bersama pada Selasa untuk membangun stasiun penelitian bulan internasional di saat kedua negara ini ingin mengejar ketertinggalan dari program luar angkasa Amerika Serikat.

Rusia, yang mengirim orang pertamanya ke luar angkasa saat masih bernama Uni Soviet, tertinggal di belakang Washington dan Beijing dalam penjelajahan ke Bulan dan Mars.

Dikutip dari France 24, Rabu (10/3), badan luar angkasa Rusia, Roscosmos menyampaikan dalam sebuah pernyatan, sebuah kesepakatan atau MoU telah ditandatangani kepala Roscosmos, Dmitry Rogozin, dan Kepala Badan Antariksa Nasional China (CNSA), Zhang Kejian.

Badan tersebut mengatakan, stasiun bulan akan dirancang sebagai sebuah “fasilitas penelitian eksperimental kompleks di permukaan dan/atau di orbit Bulan”.

Stasiun ini bisa digunakan negara lain yang tertarik melakukan penelitian dan rekan internasional lainnya. Namun dalam pernyataan tersebut, Roscosmos tak menyebutkan rincian kapan stasiun itu akan dirampungkan.

Terlepas dari kemajuan Soviet, sektor antariksa Rusia mengalami kemunduran besar dalam beberapa tahun terakhir karena kekurangan dana dan korupsi.

Moskow dan Washington berkolaborasi dalam sektor antariksa – satu dari beberapa kerjasama yang tertinggal antara musuh Perang Dingin ini. Tetapi Rusia kehilangan monopoli untuk penerbangan berawak ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) tahun lalu setelah misi pertama yang berhasil dari perusahaan AS Space X.

Space X milik Elon Musks merencanakan perjalanan ke Bulan yang akan dibuka untuk beberapa masyarakat umum.

Sementara itu, tahun lalu China meluncurkan Tianwen-1 yang saat ini mengorbit Mars. Pada Desember, China berhasil membawa sampel Bulan kembali ke Bumi, dalam misi pertama jenis ini dalam lebih dari 40 tahun.

Sebelumnya pada Selasa, China dan Prancis juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk bekerja sama di bidang eksplorasi ruang angkasa. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini