Kejadian Memalukan Sidang Parlemen, Ada Yang Adu Jotos

Senin, 19 November 2018 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kejadian Memalukan Sidang Parlemen, Ada Yang Adu Jotos Rapat Paripurna DPR ricuh. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Beda pendapat dalam rapat di Parlemen adalah hal biasa. Masing-masing para anggota dewan punya argumen. Namun, yang menjadi sorotan terkadang beda pendapat itu malah menjadi adu fisik.

Bahkan kejadian adu fisik pernah terjadi di Indonesia dan beberapa negara lain. Berikut ceritanya:

1 dari 4 halaman

Perkelahian di Parlemen Sri Lanka

ricuh di parlemen Sri Lanka. ©2018 Malay Mail

Rapat parlemen Sri Lanka berubah menjadi perkelahian di antara anggota parlemen. Akibatnya, seorang anggota dirawat di rumah sakit. Beberapa anggota lainnya, saat perkelahian dituduh mengancam anggota lain dengan pisau. Perkelahian ini terjadi selama hampir 20 menit.

Kejadian berawal saat pendukung Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa membentak pembicara parlemen, Karu Jayasuriya. Mereka melawan anggota parlemen pendukung Ranil Wickremesinghe, yang diberhentikan dari posisinya sebagai perdana menteri oleh presiden akhir Oktober lalu. Pendukungnya menyebut ini kudeta politik.

Perkelahian ini membuat ruangan gaduh. Anggota parlemen saling dorong satu sama lain. Dan anggota lain terjatuh akibat aksi dorong mendorong ini. Namun ada beberapa anggota yang bertindak sebagai pendamai.

2 dari 4 halaman

Adu Jotos

Ricuh di parlemen Afrika Selatan. ©2018 Business Insider

Adu jotos terjadi di parlemen Afrika Selatan. Saat itu, kubu oposisi yang berpakaian merah bergulat dengan penjaga dan tentara yang dikerahkan untuk melindungi Presiden Jacob Zuma. Polisi terpaksa menggunakan gratan untuk membubarkan perkelahian ini dan menyeret dua politisi dari kubu oposisi, setelah mereka melontarkan kata-kata kasar ke Presiden Jacob Zuma dan memulai perkelahian di ruangan sidang tersebut.

Zuma dituduh menyembunyikan kebusukannya atas tuduhan korupsi. Anggota parlemen dari Economic Freedom Fighters (EFF) mencoba menghentikan pidato Zuma dan berulang kali menghina sang presiden dengan menyatakan dia tidak layak memimpin.

Beberapa anggota oposisi pun mencoba melayangkan pukulan terhadap penjaga keamanan. Mereka pun akhirnya dikeluarkan dari ruangan.

3 dari 4 halaman

Tawuran Massal

Anggota parlemen Turki baku pukul. ©2018 Merdeka.com/newsone.tv

Tawuran massal terjadi di parlemen Turki. Politikus dari partai berseberangan baku pukul, ada yang melempar kursi dan botol air, sampai naik ke meja demi menghajar lawannya. Belasan politikus luka-luka.

Insiden ini dipicu rancangan undang-undang usulan Presiden Reccep Tayyip Erdogan, yang menghapus kekebalan hukum anggota perlemen. Erdogan dituding ingin menyeret beberapa politikus partai oposisi ke pengadilan atas dugaan penghinaan presiden.

Anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang jadi mayoritas berupaya meloloskan UU tersebut. Sedangkan politikus Partai Demokratik Rakyat (HDP) selaku oposisi berkukuh menolak beleid itu.

Karena debat berjalan alot, beberapa wakil rakyat yang emosi akhirnya baku hantam di hadapan kamera televisi, disiarkan langsung ditonton jutaan orang. Ketua fraksi HDP, Idris Baluken, sampai mengelami dislokasi bahu dan luka di kepala karena adu jotos melawan politikus pendukung Erdogan.

4 dari 4 halaman

Sidang Ricuh Sampai Kehilangan Palu

Rapat Paripurna DPR ricuh. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Kericuhan sidang juga terjadi di parlemen Indonesia. Pimpinan sidang Popong Otje Djundjunan saat itu, sempat kebingungan karena palu sidang hilang. Hal tersebut terjadi saat para anggota DPR merangsek maju ke arah mimbar. "Ini mana paluna eweuh? (Ini mana palunya)" kata Ceu Popong, panggilan akrabnya.

Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Ceu Popong menemukan palu sidang tersebut. Tok! Dia pun menggunakan palunya untuk menskors sidang. [has]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini