Kecemasan Para Keluarga Tentara Terkait Memanasnya Konflik Armenia-Azerbaijan

Sabtu, 17 Oktober 2020 06:31 Reporter : Hari Ariyanti
Kecemasan Para Keluarga Tentara Terkait Memanasnya Konflik Armenia-Azerbaijan Evakuasi korban serangan roket di tengah perang Armenia-Azerbaijan. ©REUTERS/Umit Bektas

Merdeka.com - Perang yang terjadi di Armenia kini telah menimbulkan dampak emosional pada keluarga karena konflik tersebut merenggut puluhan nyawa setiap hari.

Setelah Armenia dan Azerbaijan mengumumkan darurat militer pada 27 September lalu, tentara dan tentara cadangan dikerahkan ke garis depan konflik. Para relawan yang juga mendaftar termasuk dari etnis Armenia diaspora.

Keluarga di Armenia mengungkapkan perasaan mereka bercampur harapan serta ketakutan akan konflik yang terjadi sekarang dan masa depan negara mereka.

“Sepupu saya sedang menyelesaikan tugas wajibnya dan dipanggil ikut perang, ayahnya menjadi sukarelawan, mereka sekarang berada di garis depan,” kata Varduhi Movsisyan (19), seorang warga Yerevan, dikutip dari Alarabiya, Jumat (16/10).

“Kami harus berjuang agar perdamaian bisa dipulihkan, Artsakh adalah simbol patriotisme dan kemerdekaan kami,” jelas Nina Shahverdyan (20), seorang siswa di Yerevan yang berasal dari Nagorno-Karabakh, merujuk pada republik yang dideklarasikan sendiri di wilayah itu yang menjadi pusat konflik.

Kecemasan bertambah akibat perjanjian gencatan senjata yang diabaikan, dan perang berlanjut selama pekan ketiga.

“Setiap hari kami membaca berita mendengar lebih banyak orang telah meninggal, saya khawatir putra saya yang baru saja menyelesaikan dinas militernya, akan dipanggil,” kata seorang warga Yerevan yang menolak disebutkan namanya.

Baca Selanjutnya: Penantian Panjang...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini