Keberadaan Zhang Gaoli Masih Misteri, Pejabat China yang Diduga Lecehkan Peng Shuai

Kamis, 25 November 2021 12:09 Reporter : Hari Ariyanti
Keberadaan Zhang Gaoli Masih Misteri, Pejabat China yang Diduga Lecehkan Peng Shuai Peng Shuai. ©2015 Merdeka.com/isportsweb.com

Merdeka.com - Bahkan ketika bintang tenis China Peng Shuai muncul dalam sebuah panggilan video dengan ketua Olimpiade, mantan wakil perdana menteri yang Peng tuduh melecehkannya secara seksual masih bungkam dan tak diketahui keberadannya.

Zhang Gaoli, yang akan berusia 75 tahun bulan ini, dituduh oleh mantan juara Olimpiade itu pada 2 November dalam sebuah unggahan di media sosial telah memaksanya melakukan hubungan seks tiga tahun lalu. Peng mengatakan dia dan Zhang pernah menjalin hubungan asmara yang putus nyambung sampai akhirnya mereka putus.

Tak lama setelah mengunggah tuduhannya di Weibo, unggahan itu dihapus dan topik mengenai dugaan pelecehan itu diblokir di dunia maya China. Tapi ketika Peng menghilang dari publik selama hampir tiga pekan, masyarakat internasional mengkhawatirkan keselamatannya, lalu muncul tagar #WhereIsPengShuai di Twitter.

Peng (35), muncul beberapa kali pada akhir pekan kemarin, termasuk melakukan panggilan video dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach. Namun kemunculannya gagal meyakinkan rekan sesama atletnya dan organisasi internasional terkait keselamatannya.

Amnesty International menuduh IOC terlibat dalam "menutupi kemungkinan pelanggaran HAM" China.

Sedikit perhatian yang difokuskan pada Zhang, yang pensiun pada 2018 dan sama seperti hampir semua pejabat China yang menjauh dari publik setelah pensiun. Zhang dan pemerintah China belum menanggapi tuduhan Peng, yang belum bisa diverifikasi Reuters.

Kantor Informasi Dewan Negara China tidak menanggapi permintaan komentar dan belum mengomentari unggahan Peng atau meminta Zhang mengomentari tuduhan tersebut.

"Membiarkan Zhang muncul untuk berbicara akan berdampak pada kehilangan reputasi yang tidak diinginkan sebelum Olimpiade Musim Dingin," kata profesor Lee Kuan Yew School of Public Policy Singapura, Alfred Wu, dilansir Reuters, Kamis (25/11).

"Bahkan jika partai tidak mengambil tindakan disiplin internal terhadap Zhang, mereka tidak akan mengumumkannya saat itu juga, tapi akan menunggu badai mereda dulu, untuk menunjukkan kekuatan," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Bos Tianjin

Penampakan terakhir Zhang yaitu pada 1 Juli, ketika dia duduk di benteng selatan Kota Terlarang (Forbidden City) di Beijing untuk peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis yang berkuasa. Situs itu tidak jauh dari Tembok Besar Rakyat di mana enam tahun sebelumnya dia berjanji untuk menggelar Olimpiade Musim Dingin yang sukses dalam upacara peresmian Komite Penyelenggara Olimpiade Beijing.

Dari 2007 sampai 2012, Zhang memiliki jabatan tinggi di kota Tianjin. Di bawah pengawasannya, kota itu menjadi kota dengan pertumbuhan tercepat di China pada 2011.

Sebagai wakil perdana menteri dari 2013 hingga 2018, Zhang bertanggung jawab atas masalah ekonomi, termasuk memprakarasi proyek Belt and Road Initiative Presiden Xi Jinping, dan mengepalai "kelompok kecil terkemuka" yang mengawasi Olimpiade Musim Dingin sebelum diserahkan kepada wakil perdana menteri saat ini Han Zheng pada 2018 .

Pada 2016, Zhang bertemu dengan Bach, menginformasikan pekerjaan sedang dilakukan untuk "memastikan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 fantastis, luar biasa, dan istimewa," menurut sebuah laporan di situs web berbahasa Inggris pemerintah China.

Dalam unggahan Weibo, Peng mengatakan dia bertemu pertama kali dengan Zhang dan berhubungan seks dengannya di Tianjin. Sesaat setelah itu, Zhang pensiun, Zhang menghubunginya lagi melalui seorang dokter olahraga dan mereka melanjutkan hubungan tersebut.

"Anda berhenti menghubungi saya setelah Anda dipromosikan ke Beijing. Saya ingin mengubur segalanya dalam hati saya. Karena Anda tidak berniat bertanggung jawab, mengapa Anda masih mencari saya, dan memaksa saya berhubungan seks dengan Anda di rumah Anda?" tulisnya.

Peng juga mengklaim istri Zhang, Kang Jie, tahu hubungan tersebut. Sebagaimana para istri pemimpin politik China, hanya sedikit hal yang diketahui soal Kang, termasuk usianya. Pasangan tersebut memiliki seorang putra.

3 dari 3 halaman

Riwayat kebungkaman

Kebungkaman Zhang konsisten dengan bagaimana pemimpin partai politik di masa lalu yang menghadapi berbagai tuduhan mulai dari korupsi dalam Panama Papers sampai rumor perselingkuhan dalam rumah tangga, menurut para ahli.

Menjadikan kampanye besar-besaran untuk memberantas korupsi sebagai ciri khas dari sembilan tahun masa jabatannya, Xi menuntut agar pejabat partai "mampu melewati ujian terberat" moral politik, profesional, dan keluarga.

Satu-satunya pilihan Zhang adalah diam, menurut Chen Daoyin, mantan profesor di Universitas Ilmu Politik dan Hukum Shanghai dan sekarang berbasis di Chile, di mana dia mengikuti kasus ini dengan cermat.

"Jika dia menyangkal, dia tidak akan kredibel, karena sebagai hasil dari kampanye anti-korupsi Xi, sekarang semua orang di China tahu bahwa pejabat China biasa menggunakan kekuasaan untuk seks," kata Chen.

Biasanya, tuduhan pelecehan seksual oleh pejabat hanya disebutkan setelah penyelidikan kejahatan politik atau ekonomi, hampir ditambahkan sebagai faktor yang memberatkan.

Setelah berjuang untuk mendapatkan daya tarik, gerakan #MeToo China menjadi fokus baru setelah kasus Peng. Belum ada tuduhan pelecehan seksual yang menimpa pejabat tinggi partaih seperti Zhang.

“Partai melihat dirinya berada di atas hukum dan tidak bertanggung jawab kepada siapa pun selain para pemimpinnya,” kata Wu Qiang, seorang penulis yang berbasis di Beijing, yang sebelumnya bekerja di Universitas Tsinghua.

"Jika dia mengakui tuduhan Peng, maka Peng bisa menjadi simbol bahwa gerakan feminis China dapat bersatu, yang berpotensi menimbulkan tantangan bagi kekuatan partai," jelas Chen Daoyin. [pan]

Baca juga:
Peng Shuai Sudah Muncul, Tapi Mengapa Banyak Pihak Masih Khawatirkan Keselamatannya?
China: Kasus Peng Shuai Jangan Dipolitisasi
Sensor "Tembok China" Bungkam Gerakan Anti-Pelecehan Seksual di Negeri Tirai Bambu
Koran China: Peng Shuai akan Segera Muncul ke Publik
Atlet Dunia Khawatirkan Keselamatan Peng Shuai Setelah Ungkap Kasus Pelecehan Seksual
Peng Shuai Muncul dalam Video Call dengan Komite Olimpiade, Mengaku Aman dan Sehat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini