Kebakaran Terjadi Dekat Pabrik Kimia di China, 22 Orang Tewas dan 22 Lainnya Terluka

Rabu, 28 November 2018 11:07 Reporter : Ira Astiana
Kebakaran Terjadi Dekat Pabrik Kimia di China, 22 Orang Tewas dan 22 Lainnya Terluka Ilustrasi ledakan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah ledakan terjadi di dekat pabrik kimia di kota Zhangjiakou, provinsi Hebei, China, menewaskan 22 orang dan melukai 22 lainnya. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu pagi.

Tidak hanya menyebabkan korban tewas, api yang berasal dari ledakan itu juga melahap 50 kendaraan di sekitar lokasi kejadian. Dalam video yang disiarkan media pemerintah, terlihat asap dan api hitam yang mengepul sementara mobil dan truk-truk yang berjejer terbakar.

Pihak berwenang saat ini masih menyelidiki penyebab pasti ledakan. Belum dijelaskan pula apakah ledakan berasal dari pabrik yang terletak dekat dengan lokasi, namun pihak pabrik membantah hal tersebut.

"Proses produksi di pabrik Hebei Shenghua Chemical Industry sedang ditutup. Ledakan itu bukan berasal dari Shenghua," demikian pernyataan juru bicara ChemChina yang merupakan pemilik Hebei Shenghua, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (28/11).

Media pemerintah melaporkan bahwa saat ini api sudah berhasil dipadamkan, sementara korban-korban telah dievakuasi.

Bukan sekali saja ledakan serupa terjadi di China. Pada Agustus 2015 lalu, sekitar 165 orang tewas dalam sebuah ledakan di gudang bahan kimia pelabuhan Tianjin. Menurut laporan pemerintah setempat, peristiwa itu terjadi karena ada bahan berbahaya yang disimpan di gudang tersebut secara ilegal.

Insiden semacam ini telah memicu kemarahan masyarakat China. Mereka mengkhawatirkan standar keamanan di tempat mereka tinggal. Selain itu, berbagai bencana yang terjadi di tempat kerja seperti pertambangan dan pabrik juga telah menyebabkan mundurnya pertumbuhan ekonomi setempat.

Pemerintah berjanji untuk meningkatkan standar keamanan di pabrik industri, namun para aktivis lingkungan melihat pengawasan pemerintah masih lemah. Proses produksi terhadap bahan kimia tidak jelas dan berbahaya juga masih belum kuat pengawasannya. [ias]

Topik berita Terkait:
  1. China
  2. Kebakaran
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini