Hot Issue

Kasus Penghinaan Nabi Belum Usai, India Kian Mencekam Setelah Warga Hindu Dibunuh

Kamis, 30 Juni 2022 07:30 Reporter : Hari Ariyanti
Kasus Penghinaan Nabi Belum Usai, India Kian Mencekam Setelah Warga Hindu Dibunuh Demo Protes Pejabat India yang Hina Nabi Muhammad di India. ©2022 REUTERS/Rupak De Chowdhuri

Merdeka.com - Seorang tukang jahit di Udaipur, negara bagian Rajashtan, India, dibunuh pada Selasa oleh dua pria Muslim. Aksi pembunuhan ini direkam dan diunggah di media sosial.

Mereka mengklaim itu adalah aksi balas dendam karena korban yang seorang pria Hindu itu mendukung pernyataan kontroversial politikus partai berkuasa Bharatiya Janata atau BJP yang menghina Nabi Muhammad.

Untuk mencegah meluasnya konflik antar umat beragama di daerah tersebut, pemerintah memutus jaringan internet dan melarang perkumpulan massa.

Dikutip dari BBC, polisi telah menangkap kedua pelaku, yang teridentifikasi dari video yang mereka rekam tersebut.

Dalam video lainnya, pelaku membanggakan aksinya dan juga mengancam Perdana Menteri Narendra Modi sambil mengacungkan parang. Pejabat kepolisian Rajashtan meminta media tidak menayangkan video pembunuhan tersebut dengan alasan "sangat mengerikan".

Kepala Menteri Rajashtan, Ashok Gehlot meminta masyarakat tetap tenang.

Sedangkan pemerintah federal meminta Badan Penyelidikan Nasional atau badan penanggulangan terorisme India untuk menyelidikan insiden tersebut.

Saat melakukan aksinya, kedua pria itu berpura-pura sebagai pelanggan dan masuk ke toko Kanhaiya Lal lalu menyerangnya saat dia sedang melakukan pengukuran.

Kanhaiya Lal diduga membuat unggahan di media sosial berisi dukungan terhadap Nupur Sharma. Pernyataan Nupur Sharma bulan lalu memicu ketegangan diplomatik India dengan beberapa negara Muslim. BJP lalu memecat Sharma sebagai juru bicara partai.

Pernyataan Sharma juga menuai aksi unjuk rasa di seluruh negeri yang berujung rusuh.

2 dari 2 halaman

Menurut laporan Indian Express, tiga pekan sebelum pembunuhan tersebut, Kanhaiya Lal ditangkap polisi karena diduga melukai perasaan umat beragama. Setelah dibebaskan, dia meminta perlindungan polisi, dengan alasan nyawanya terancam.

Polisi lalu memanggil beberapa warga Hindu dan Muslim untuk pertemuan damai setelah Kanhaiya mengatakan dia tidak perlu lagi dilindungi dari siapapun.

Pembunuhan ini menuai kecaman, termasuk dari organisasi Muslim ternama di India. All India Muslim Personal Law Board menyebut insiden itu "sangat terkutuk" dan menyatakan tindakan itu bertentangan dengan hukum India juga Islam.

"Tidak ada orang yang bisa dibiarkan main hakim sendiri dan menyebut seseorang sebagai seorang kriminal dan kemudian membunuh mereka merupakan tindakan yang sangat terkutuk," jelas organisasi ini dalam pernyataannya. [pan]

Baca juga:
Kondisi Bangunan 4 Lantai yang Ambruk hingga Tewaskan 19 Orang di India
Jurnalis Muslim India Ditangkap karena Cuitan Tahun 2018
Di sela KTT G7 Jerman, Jokowi & PM India Bahas Penguatan Kerja Sama Pangan
Miliarder Asal India akan Donasikan Rp114 Triliun di Hari Ulang Tahun
Ke Lokasi KTT G7, Jokowi Naik Helikopter Militer Sikorsky CH53 Bersama PM India
Buldoser Jadi Alat Politik Penghancur Rumah Muslim India

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini