Kasus pencurian 3 pebasket UCLA di China malah berujung damai

Rabu, 15 November 2017 13:57 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Anggota tim basket UCLA. ©2017 247sports.com/complex.com

Merdeka.com - Tiga atlet basket tim Universitas California Los Angeles (UCLA) dikabarkan ditahan kepolisian China karena ketahuan mencuri di toko malah lolos dari jerat hukum. Konon, mereka melenggang dari terali besi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merayu Presiden China, Xi Jinping, supaya kasus itu tidak dibawa ke meja hijau.

Dilansir dari laman BBC, Rabu (15/11), tiga pebasket dilepas itu adalah Cody Riley, LiAngelo Ball, dan Jalen Hill. Mereka dikabarkan segera kembali ke Los Angeles, California, AS.

Menurut Kanselir UCLA, Gene Block, walau ketiga pebasket itu sudah dibebaskan, tetapi perbuatan mereka tidak bisa dianggap remeh. Pihak kampus bakal menyidangkan ketiganya jika sudah kembali.

Sedangkan Komisioner Liga Pac-12, Larry Scott, menyatakan kalau kepolisian China tidak bakal memperpanjang kasus pencurian menjerat ketiga pebasket itu. Menurut sumber di Gedung Putih, hal itu terjadi karena campur tangan Trump. Dia lantas merayu Xi dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-30 di Ibu Kota Manila, Filipina. Sebab, ketiga pebasket itu bisa dibui dalam jangka waktu yang lama kalau Trump tidak merayu Xi.

Cody Riley, LiAngelo Ball, dan Jalen Hill ditahan di penjara di Kota Hangzhou pada 8 November lalu karena tepergok mencuri di gerai Louis Vuitton.

Padahal ketiga atlet itu bakal bertanding dalam pembukaan musim Liga Pac-12 Global melawan tim lain dari AS, Georgia Tech, pada Jumat mendatang. Kompetisi itu disponsori oleh perusahaan jual beli daring, Alibaba. Tiga pemain tim Georgia Tech juga sempat dibawa ke kantor polisi dan ditanyai, tetapi mereka tidak ditahan. [ary]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.