Kasus Najib Razak jadi titik balik penegakan hukum di Malaysia

Rabu, 4 Juli 2018 18:00 Reporter : Farah Fuadona
Kasus Najib Razak jadi titik balik penegakan hukum di Malaysia Najib Razak jalani sidang dakwaan. ©2018 REUTERS/Lai Seng Sin

Merdeka.com - Berbicara di Jakarta, Pemimpin Koalisi Pakatan Harapan Anwar Ibrahim mengatakan bahwa penegakan hukum di Malaysia sedang diuji dalam mengungkap kasus yang menjerat mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

"1MDB bukanlah kasus baru. Saya sudah menyampaikannya di parlemen pada tahun 2010, namun mereka menolak laporan saya," ujar Anwar di hadapan awak media di Jakarta, Rabu (4/7).

Kasus megakorupsi yang menjerat Najib saat ini, bisa menjadi pembelajaran bagi politikus dan rakyat Malaysia untuk menghargai hukum. Bahwa tak ada seorang pun yang kebal dari hukum, sekalipun dia pernah berkuasa.

Selama kampanyenya, ia telah berjanji melakukan reformasi pemberantasan korupsi. "Penegak hukum itu harus tegas dan keras tak pandang siapa lawan politik dalam kasus ini. Semua harus berdasarkan fakta," kata dia.

"Saya yakin Mahathir Mohamad akan mengambil tindakan lebih tegas," kata Anwar.

Walau begitu semua prose hukum bukan menjadi urusan Mahathir, itu semua diserahkan kepada kehakiman yang bebas dan independen.

"Ini uang rakyat, kepercayaan mereka," ujarnya. [frh]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini