Kapal peneliti biota laut dari Swiss tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa

Rabu, 4 April 2018 14:52 Reporter : Farah Fuadona
Kapal peneliti biota laut dari Swiss tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa Kapal Fleur de Passion. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapal bekas perang dunia II tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, kapal bernama Fleur de Passion berbendera Swiss itu membawa misi melindungi keberagaman biota laut. Kapal perang buatan Jerman pada 1941 itu awalnya dihibahkan kepada Perancis, kemudian direnovasi ulang oleh Swiss menjadi kapal ekspedisi ilmu pengetahuan.

Duta Besar Swiss untuk Indonesia Yvonne Baumann mengatakan, walaupun negaranya tak memiliki laut. Namun mereka memiliki ketertarikan untuk mengetahui tentang keragaman kehidupan laut, dan dia menilai ini kesempatan bagus untuk saling belajar.

"Indonesia adalah negara kepulauan. Kedatangan kapal ini ke sini tentu jadi sesuatu yang bagus untuk kita saling belajar," ujar Bauman di atas kapal Fleur de Passion, Rabu (4/4).

Duta Besar Swiss untuk Indonesia Yvonne Baumann 2018 Merdeka.com


Pertama kali berlayar dari Spanyol, kapal ini telah berlayar mengarungi lautan dan singgah di sejumlah negara.

"Sebelum ke Indonesia kami telah mengarungi lautan di Australia untuk mengambil sample mikro plastik dan serta sonar di bawah laut," ujar Wakil Presiden dari Pacifique Fondation Samuel Gardaz.

Pacifique Fondation merupakan lembaga swasta yang bekerja sama dengan sejumlah lembaga riset dan universitas. Seperti laboratorium aplikasi bioacoustics dari Universitas Politeknik Cataluna, Barcelona, yang khusus meneliti tentang suara-suara bawah laut dari sonar pengeboran minyak-gas serta aktivitas lain di lautan.

Alat perekam sonar bawah laut dan sample air laut di Kepulauan Seribu 2018 Merdeka.com


Kapal ini juga mengumpulkan sejumlah sample air laut, untuk diteliti zat mikro plastik di dalamnya. "Sample ini kita kumpulkan dan dikirim ke lembaga Oceaneye di Swiss untuk diteliti," kata Gardaz.

Hasil pemetaan mikro plastik nantinya akan dibagikan ke berbagi Program yang bekerja sama dengan badan lingkungan hidup PBB dan para ilmuwan di seluruh dunia.

Terbaru mereka bekerja sama dengan Universitas Queensland di Australia, mengumpulkan data tentang terumbu karang. "Terakhir kami menyelam di perairan Kepulauan Seribu untuk melihat keberagaman laut serta berinteraksi dengan nelayan setempat," kata seorang ilustrator dari pelayaran ini, Cecile Koepfli kepada merdeka.com.

Ilustrasi perairan Kepulauan Seribu 2018 Merdeka.com


Uniknya Fleur de Passion tak memiliki awak kapal tetap. Kru terdiri dari sejumlah profesional dan ilmuwan yang bergantian setiap 3-5 bulan sekali. Selain itu, kapal ini juga membawa sejumlah anak muda yang tertarik untuk mempelajari lingkungan.

Rencananya setelah Jakarta kapal ini akan mengarungi lautan menuju Madagaskar. [frh]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini