Kapal Angkatan Laut Myanmar Tiba di Malaysia Jemput 1.200 Warga yang Dideportasi

Minggu, 21 Februari 2021 11:15 Reporter : Hari Ariyanti
Kapal Angkatan Laut Myanmar Tiba di Malaysia Jemput 1.200 Warga yang Dideportasi Pengungsi Myanmar di Malaysia.. ©Reuters/Lim Huey Teng

Merdeka.com - Badan pengungsi PBB, UNHCR menyampaikan pada Sabtu, sedikitnya enam orang yang terdaftar di dalam lembaganya termasuk di antara 1.200 warga negara Myanmar yang akan dideportasi oleh Malaysia pekan depan. Sementara Amerika Serikat memperingatkan rencana tersebut dapat membahayakan nyawa orang yang dideportasi.

Pernyataan ini disampaikan saat kapal Angkatan Laut (AL) Myanmar tiba di perairan Malaysia untuk menjemput warganya. Demikian dilansir Channel News Asia, Minggu (21/2).

Malaysia akan mendeportasi warga negara Myanmar – termasuk para pencari suaka – setelah militer Myanmar, yang menggulingkan kekuasaan pada kudeta 1 Februari, menawarkan untuk mengirim kapal AL untuk menjemput mereka, demikian disampaikan pihak berwenang dan pejabat yang mengurus pengungsi.

Malaysia telah berjanji tak akan mendeportasi Muslim Rohingya atau pengungsi yang terdaftar di badan pengungsi PBB atau UNHCR.

Namun kekhawatiran terhadap deportasi pencari suaka tak terdaftar tetap ada karena UNHCR tak diizinkan mewawancarai para tahanan selama lebih dari setahun untuk memverifikasi status mereka.

Malaysia tidak mengakui secara formal para pengungsi dan menangkap mereka bersama para migran tanpa dokumen.

Mengonfirmasi rencana deportasi enam orang yang telah terdaftar itu, UNHCR mengatakan pihaknya telah meminta pihak berwenang jangan mengirim mereka pulang mereka yang membutuhkan perlindungan internasional.

“Kami prihatin karena mungkin ada orang lain yang menjadi perhatian UNHCR dalam kelompok itu,” kata Yante Ismail, juru bicara UNHCR kepada Reuters dalam pernyataan yang dikirim melalui surel.

Para kelompok HAM telah meminta Malaysia untuk membatalkan deportasi karena akan membahayakan mereka. Beberapa warga yang akan dideportasi termasuk dari kelompok Muslim Myanmar dan komunitas Chin yang kabur ke Malaysia untuk menghindari konflik dan persekusi di tanah air mereka.

Kedutaan Besar AS mengonfirmasi kepada Reuters, pihaknya telah menyuarakan keprihatinan ini dan menyerukan akses bagi UNHCR kepada mereka yang dalam tahanan imigrasi.

Kementerian Luar Negeri Malaysia belum mengomentari hal ini.

Baca Selanjutnya: Kedutaan Besar Myanmar di Malaysia...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini