'Kami Tak Akan Biarkan Kashmir Jadi Seperti Palestina'

Jumat, 9 Agustus 2019 06:38 Reporter : Hari Ariyanti
'Kami Tak Akan Biarkan Kashmir Jadi Seperti Palestina' aparat keamanan berjaga di Kashmir. ©AFP

Merdeka.com - Ghulam Mohammad Mir, seorang sopir ambulans di Kashmir, belum bisa berkomunikasi dengan istri dan dua anaknya sejak Senin lalu. Pihak berwenang memberlakukan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah yang disengketakan itu: mematikan internet dan ponsel, melarang berbagai gerakan dan menjebloskan para pemimpin Kashmir ke penjara.

Tetapi itu tidak menghentikan pria berusia 42 tahun itu untuk membawa ibu hamil dan pelayan dari desa dan kota ke rumah sakit bersalin utama Lal Ded di Kashmir di kota utama Srinagar.

"Kecuali tentara India dan pos pemeriksaan mereka, tak ada yang terlihat di jalan-jalan. Saya dihajar di beberapa tempat karena menolong pasien sejak kemarin. Apa salah saya?" kata dia dilansir dari Aljazeera, Kamis (8/8).

Mir tahu dia tak pernah melakukan kejahatan apapun namun ambulans yang dikendarainya melintasi jalan-jalan Kashmir yang baru, yang baru saja dicabut status semi-otonomnya - termasuk konstitusi, bendera, dan hak turun-temurun - oleh sayap kanan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa, memanfaatkan keputusan terburu-buru dan suara parlemen, membakar bubuk mesiu di Asia Selatan.

"Kehormatan kami telah dikorbankan. Ketika saya mendengar tentang pencabutan itu, saya merasa kehilangan bagian tubuh saya. Kashmir tidak akan lagi sama," sesalnya.

"Zulm, zulm, zulm (ketidakadilan)," kata Ghulam Mohammad Reshi (73) dengan nada marah, seorang petani di wilayah utara Tangmarg, yang juga melewati beberapa pos pemeriksaan militer untuk mencapai rumah sakit dengan putrinya yang dalam proses persalinan.

"Sementara kami harus menepati jam malam dari pihak berwenang untuk melakukan perjalanan di jalan kami sendiri, orang India merayakan duka kami dengan membagikan manisan," katanya, merujuk pada video warga India tengah bergembira ditayangkan di Kashmir pada satu-satunya saluran TV milik negara di wilayah tersebut, Doordarshan.

Baca Selanjutnya: Blokade Internet...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini