Kabar Baik, Penelitian Terbaru Tunjukkan Kekebalan Terhadap Covid-19 Bertahan Lama

Rabu, 19 Agustus 2020 06:39 Reporter : Hari Ariyanti
Kabar Baik, Penelitian Terbaru Tunjukkan Kekebalan Terhadap Covid-19 Bertahan Lama Perpisahan perawat dan pasien virus corona di Wuhan. ©AFP/STR

Merdeka.com - Penelitian awal tentang respons kekebalan terhadap virus corona tampaknya menunjukkan sejumlah kabar baik - orang-orang menunjukkan tanda-tanda kekebalan yang bertahan lama terhadap COVID-19 bahkan setelah infeksi ringan.

Beberapa penelitian yang baru-baru ini diterbitkan, pertama kali dilaporkan New York Times pada Minggu, menunjukkan antibodi mampu mengenali dan terus melawan Covid-19 beberapa bulan setelah infeksi berakhir.

"Ini persis seperti yang Anda harapkan. Semua bagian di sana memiliki respons kekebalan yang benar-benar protektif," jelas Marion Pepper, ahli imunologi Universitas Washington dan penulis satu penelitian seperti dilansir Alarabiya, Selasa (18/8).

Bukti kekebalan terhadap Covid-19 yang bertahan lama bisa menjadi penting bagi otoritas kesehatan yang tengah mencari cara untuk menahan penyebaran virus, yang telah menyebabkan lebih dari 770.000 orang meninggal di seluruh dunia.

Para ahli sebelumnya mengatakan, vaksin sangat penting untuk menghentikan pandemi. Namun, jika mereka yang terinfeksi memiliki kekebalan, lebih sedikit vaksin diperlukan untuk melindungi populasi global.

Baca Selanjutnya: Dalam hal ini mengakhiri krisis...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini