Jurnalis muslimah dipaksa lepas jilbab di bandara Prancis

Kamis, 22 Juni 2017 14:07 Reporter : Ira Astiana
Jurnalis muslimah dipaksa lepas jilbab di bandara Prancis Amani Al Khatahtbeh. ©muslimgirl.com

Merdeka.com - Memakai pakaian tertutup di negara yang bukan mayoritas muslim tidak semudah yang dibayangkan. Terkadang mereka yang berjilbab terpaksa melepasnya karena harus berhadapan dengan regulasi tertentu di negara yang dikunjungi.

Hal serupa juga dialami oleh wartawan muslim keturunan Yordania-Palestina, Amani Al-Khatahtbeh, saat bertandang ke Prancis. Amani dipaksa melepas jilbabnya di bandara internasional Nice dengan alasan keamanan. Saat menolak, paspornya disita bahkan dirinya hampir dideportasi oleh petugas.

"Saya menceritakan ini agar bisa memberi dampak yang berbeda terhadap muslimah lain yang mengalami hal sama. Petugas tidak mau menstempel paspor saya karena saya mengenakan jilbab, dia lalu menyerahkan saya ke polisi dan menahan saya di kantornya," tulis Amani di akun Facebooknya, seperti dilansir dari laman Step Feed, Kamis (22/6).

"Saya tanya kenapa harus lepas jilbab dan dia terus-terusan bilang bahwa saya ada di Prancis dan di Prancis saya harus memperlihatkan rambut saya. Saya tidak mau dan bila memang harus, saya hanya mau menunjukkannya ke petugas wanita. Lalu dia marah karena saya menanyakan identitasnya. Dia bahkan menyita paspor saya dan mengancam akan mendeportasi saya," tambahnya.

Merasa diperlakukan tidak adil, aktivis hak wanita dan pendiri MuslimGirl.com itu kemudian mengajukan tuntutan hukum dengan bantuan seorang pengacara yang khusus menangani Islamofobia di Prancis.

"Saya diperlakukan tidak adil bahkan hingga ke batas maksimal. Ini (mengajukan tuntutan) bukan hanya untuk keadilan, tetapi juga atas nama saudara dan saudari saya di Prancis yang terus mengalami pelecehan seperti ini setiap hari karena agama mereka," ungkapnya.

Sebagai informasi, Amani adalah muslimah yang cukup aktif berkomentar mengenai isu-isu politik, sosial, dan agama di beberapa media barat seperti CNN, BBC bahkan Al Jazeera. Namanya juga pernah masuk di posisi 30 dari 30 orang paling berpengaruh kategori media versi majalah Forbes pada 2016 lalu.

Selain itu, wajahnya kerap ditampilkan di beberapa papan reklame di Time Square, New York, Amerika Serikat karena karya-karyanya yang luar biasa. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini