Jurnalis Indonesia yang Ditembak Polisi Saat Demo Hong Kong Buta Matanya dan Trauma

Rabu, 11 Desember 2019 14:22 Reporter : Merdeka
Jurnalis Indonesia yang Ditembak Polisi Saat Demo Hong Kong Buta Matanya dan Trauma Veby Mega Indah. ©REUTERS/Leah Millis

Merdeka.com - Demonstrasi berkepanjangan di Hong Kong menelan banyak korban. Salah satunya Veby Mega Indah, jurnalis asal Indonesia yang mata kanannya tertembak peluru polisi Hong Kong saat meliput protes anti-pemerintah dua bulan lalu.

Saat ini Veby sedang berjuang menuntut agar pelakunya bertanggung jawab. Pasalnya, akibat insiden penembakan tersebut, Veby mengalami kebutaan pada salah satu matanya.

Luka itu menjadi trauma berkepanjangan yang membekas di benak Veby, redaktur senior Harian Suara, koran berbahasa Indonesia yang cukup populer di kalangan buruh migran asal Indonesia di Hong Kong.

Saat kejadian berlangsung, Veby meliput unjuk rasa bersama wartawan lain di suatu sudut pada sebuah jembatan di Hong Kong. Veby yakin matanya tertembak peluru karet. Bagi dia, apapun jenis peluru yang ditembakan aparat menyebabkan salah satu matanya mengalami kebutaan.

"(Saat penembakan terjadi) saya tidak sanggup lagi (menahan sakit). Saya mengira, momen itu akan menjadi hari terakhir saya," kata Veby seperti yang dilansir Antara, kemarin.

Baca Selanjutnya: Tuntutan Belum Ada Tanggapan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini