Jumpa Assad di Rusia, Putin sebut perang lawan teroris di Suriah hampir usai

Selasa, 21 November 2017 15:58 Reporter : Pandasurya Wijaya
Jumpa Assad di Rusia, Putin sebut perang lawan teroris di Suriah hampir usai assad bertemu putin di rusia. ©Sputnik

Merdeka.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menjamu kedatangan Presiden Suriah Basyar al-Assad di Kota Sochi Rusia kemarin. Kedua kepala negara membahas konflik Suriah dan sepakat menerapkan langkah solusi politik setelah operasi militer.

Putin menyampaikan selamat kepada Assad atas keberhasilannya memerangi para militan di Suriah, Dia mengatakan 'Suriah sudah berjuang keras melawan para kelompok teroris dan rakyat Suriah akan menghadapi ujian berat menjelang konflik yang hampir berakhir untuk mengusir kelompok teroris.'

Dalam pernyataan yang dirilis Kremlin, Putin mengatakan dia ingin bertemu lebih dulu dengan Assad sebelum ada pertemuan dengan Turki dan Iran di Rusia membahas soal konflik Suriah.

Putin juga menuturkan dia akan menindaklanjuti pertemuannya dengan Assad ini bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah pemimpin Timur Tengah lain melalui sambungan telepon, termasuk kepada Emir Qatar.

"Kami masih terus bekerja sama dengan negara lain, dengan Irak, Amerika Serikat, Arab Saudi, Yordania. Kami masih rutin berhubungan dengan mereka," ujar Putin saat bertemu Assad, seperti dilansir laman Sputnik News, Selasa (21/11).

Putin berharap perang melawan terorisme di Suriah akan segera usai dalam waktu dekat.

"Berkat perundingan Astana kita bisa membuat zona de-eskalasi yang menjadi tempat untuk membuka dialog dengan oposisi buat pertama kali," ujar Putin.

Assad menyampaikan dalam pertemuan itu, bantuan serangan udara dari Rusia menjadi kunci untuk membuka jalur diplomasi di Suriah.

"Saya sangat senang bertemu dengan Anda setelah dua tahun lebih Rusia melancarkan operasi yang sangat sukses. Harus diakui operasi ini membuka jalan bagi dialog politik di Suriah," kata Assad.

Presiden Suriah itu mengatakan Damaskus siap menggelar dialog dengan semua pihak yang punya kepentingan politik di Suriah. Selain itu Assad juga menekankan jangan ada campur tangan pihak luar dalam proses politik di Suriah.

"Selama masa ini, keberhasilan sudah diraih, baik di medan pertempuran maupun di meja perundingan. Banyak wilayah di Suriah sudah dibebaskan dari teroris dan rakyat yang sebelumnya mengungsi karena konflik bisa kembali ke tempat tinggalnya," kata dia.

Juru bicara Kremlin Dmitri Peskov mengatakan, presiden Rusia, presiden Iran, dan presiden Turki akan bertemu pada 22 November di Sochi untuk membahas agenda Suriah secara keseluruhan. [pan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini