Jokowi undang PM Vietnam dalam ASEAN Leaders' gathering

Kamis, 29 Maret 2018 15:50 Reporter : Farah Fuadona
Jokowi undang PM Vietnam dalam ASEAN Leaders' gathering Luhut Panjaitan dan Perdana Menteri Vietnam. ©twitter.com/kbri_hanoi

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi, menyampaikan surat Presiden Jokowi kepada Perdana Menteri Vietnam Nguyễn Xuân Phúc, di Kantor Perdana Menteri Vietnam, Rabu (28/03). Surat itu berisi rencana pelaksanaan ASEAN Leaders’ gathering (ALg) di sela-sela Annual Meetings of International Monetary Fund–World Bank Group (AM IMF-WBG 2018) di Bali pada 11 Oktober 2018. ALg merupakan inisiatif Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dan kolaborasi antara ASEAN, PBB, IMF dan World Bank.

Dilansir dari siaran pers KBRI Hanoi, Kamis (29/3), tujuan penyelenggaraan ALg guna menunjukkan kepada dunia, keberhasilan negara-negara ASEAN keluar dari krisis ekonomi di tahun 1998. Melalui forum ini, Indonesia ingin menunjukkan solidaritas ASEAN kepada 189 negara yang akan menghadiri AM IMF WBG 2018.

Selaku Ketua Panitia AM IMF-WBG 2018, Luhut mengapresiasi pencapaian besar Vietnam dalam satu dekade terakhir dengan tingkat pertumbuhan PDB rata-rata mencapai 6.4 persen.

ALg akan menjadi kesempatan baik bagi Vietnam untuk berbagi kisah sukses dalam pembangunan ekonomi, khususnya keberhasilan pengentasan kemiskinan dari 60 persen menjadi 7 persen.

PM Nguyễn Xuân Phúc menyambut baik undangan dari Presiden Joko Widodo, dan berharap dapat memenuhi undangan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, PM Nguyễn Xuân Phúc menyampaikan undangan dari pemerintah dan rakyat Vietnam kepada Presiden Joko Widodo untuk secara resmi berkunjung ke Vietnam dan menghadiri World Economic Forum (WEF) on ASEAN yang akan diselenggarakan di Hanoi pada 11–13 September 2018.

Ia berharap dengan potensi yang dimiliki oleh kedua negara, perdagangan RI–Vietnam dapat terus meningkat di masa mendatang.

Sebelum kunjungan ke Vietnam, Luhut juga menyampaikan surat undangan kepada PM Prayut Chan-O-Cha (Thailand), PM Hun Sen (Kamboja) dan PM Najib Abdul Razak (Malaysia).

Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan tahunan IMF-WBG 2018 pada 10 Oktober 2015 di Lima, Peru. Pertemuan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, pada tanggal 08–14 Oktober 2018 dengan dihadiri menteri keuangan dan gubernur central bank dari 189 negara serta 15.000 peserta terdiri dari sektor swasta, akademisi, NGO dan media. [frh]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Menko Kemaritiman
  3. ASEAN
  4. Vietnam
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini