Jokowi bakal sambut Raja Salman di Istana Bogor

Kamis, 23 Februari 2017 13:59 Reporter : Ira Astiana
Raja Salman jenguk korban insiden crane jatuh. ©2015 REUTERS/Saudi Royal Court

Merdeka.com - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, akan menggelar kunjungan ke Indonesia pada 1 sampai 9 Maret. Rencananya Raja Salman akan disambut di Istana Bogor oleh Presiden Joko Widodo.

"Raja Salman akan melakukan kunjungan ke Indonesia dari 1 sampai 9 Maret. Rencananya Raja Salman akan menggelar kunjungan kenegaraan dari 1 sampai 4 Maret, sisanya beliau akan menghabiskan masa kunjungan ke Bali. Presiden Jokowi akan menyambut Raja Salman di Istana Bogor," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir atau biasa disapa Tata, saat menggelar juma pers di Kemenlu RI, Jakarta Pusat, Kamis (23/2).

Tata menuturkan, ini merupakan kunjungan bersejarah karena Raja Arab terakhir mengunjungi Indonesia 47 tahun lalu.

"Terakhir Raja Arab itu kan 47 tahun lalu, sekitar tahun 70an. Dan sekarang Raja Salman melakukan kunjungan ke Indonesia karena itu kita menyebut ini sebagai kunjungan bersejarah," ungkap Tata.

Rencananya, Raja Salman akan membawa rombongan sekitar 1.500 orang dengan menaiki pesawat yang disewa dan satu unit pesawat hercules. Namun, Tata menyebut bahwa kunjungan kenegaraan yang akan dilakukan tidak akan melibatkan semua rombongan.

"Rombongan yang dibawa Raja Salman itu banyak karena meliputi berbagai aspek seperti dari segi keamanan, logistik, dan lain sebagainya. Tetapi yang akan ikut di pertemuan bilateral ini nggak akan sebanyak itu. Perwakilannya akan mencerminkan Indonesia. Indonesia sendiri akan menyambutnya dengan 14 sampai 15 perwakilan resmi, jadi Raja Salman pun akan membawa perwakilan dengan jumlah yang sama," papar Tata.

Dalam kunjungan nanti, akan ada beberapa isu yang dibahas antara Indonesia dan Arab Saudi khususnya di bidang ekonomi.

"Pertemuan ini akan membahas kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi di luar konteks haji dan tenaga kerja seperti kerja sama perdagangan dan investasi," jelas Tata.

"Arab Saudi juga melirik kerja sama yang tidak hanya di bidang energi saja, tetapi juga pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan, penyediaan air bersih, dan perumahan," tambahnya.

Bentuk kerja sama ini yang akan terus dikembangkan oleh kedua negara dan terus menjadi perhatian Indonesia. Selain itu, di kesempatan sama akan lima MoU yang sudah disepakati kedua negara yang akan dipertimbangkan untuk ditandatangani.

"Ada lima MoU yakni kerja sama budaya, kesehatan, Islam dan wakaf khususnya dalam rangka promosi Islam moderat melalui dakwah dan pertukaran ulama, pelayanan udara khususnya dalam rangka peningkatan jumlah penerbangan, dan terakhir perjanjian pemberantasan kejahatan. Ada juga MoU lain yang sudah dalam proses finalisasi," ujarnya.

Terkait dengan kunjungan Raja Salman ke Bali, Tata menyebut bahwa nantinya dukungan protokol khusus dari pemerintah.

"Protokol dari pemerintah pasti diberikan khususnya dari segi keamanan. Nanti ada juga protokol yang membantu mengatur kunjungan Raja Salman ke sana dan seperti biasa ada yang dinamakan kontri pendamping yang akan menemani setiap kepala negara yang melakukan kunjungan ke Indonesia," tutup Tata. [pan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.