Joe Biden Ajukan Anggaran Vaksinasi & Penyelamatan Ekonomi AS Sebesar USD 1,9 Triliun

Jumat, 15 Januari 2021 12:48 Reporter : Hari Ariyanti
Joe Biden Ajukan Anggaran Vaksinasi & Penyelamatan Ekonomi AS Sebesar USD 1,9 Triliun Joe Biden. ©2020 AFP

Merdeka.com - Presiden AS terpilih, Joe Biden mengumumkan program vaksinasi dan penyelamatan ekonominya, dengan usulan anggaran sebesar USD 1,9 triliun atau sekitar Rp 26.685 triliun di tengah pandemi virus corona yang telah mencengkeram negaranya selama hampir setahun.

“Kawanku warga Amerika, keputusan-keputusan yang kami buat dalam beberapa pekan dan bulan ke depan akan menentukan apakah kita berhasil memberikan manfaat bagi rakyat Amerika atau kita berjalan di tempat,” jelas Biden pada Kamis malam, dikutip dari ABC News, Jumat (15/1).

Pejabat transisi Biden telah meninjau secara rinci naskah usulan tersebut. Jika disetujui legislatif, itu akan menjadi paket stimulus ekonomi terbesar dan termahal dalam sejarah AS.

“Kita sedang berada di tengah kegentingan ekonomi,” kata salah seorang pejabat, menekankan pentingnya segera ada kebijakan perekonomian.

Dalam usulan ini, lebih dari USD 1 triliun akan digelontorkan untuk stimulus langsung. Sementara anggaran sebesar USD 400 miliar akan diarahkan untuk program berkaitan dengan Covid-19 termasuk vaksinasi nasional, dan USD 440 miliar untuk pemulihan masyarakat dan dunia usaha.

Rencana ini termasuk bantuan langsung USD 1.400 kepada keluarga yang membutuhkan, yang jika digabungkan dengan anggaran stimulus USD 600 baru-baru ini akan memenuhi janji Biden untuk memberikan USD 2.000 bantuan langsung, bersama dengan tunjangan asuransi pengangguran mingguan sebesar USD 400 hingga September dan kredit pajak anak.

Sebagai bagian anggaran proyek berkaitan dengan Covid-19 sebesar USD 400 miliar, Biden mengalokasikan USD 170 miliar untuk membuka kembali sekolah-sekolah mayoritas K-8 dalam 100 hari pertama pemerintahannya, termasuk USD 50 juta untuk meningkatkan program tes Covid-19 di sekolah-sekolah.

Biden juga berencana mengalokasikan USD 20 miliar untuk program vaksinasi nasional dan membangun pusat vaksinasi masyarakat di seluruh negeri untuk mendongkrak target vaksinasi yang masih tertinggal.

Para penasihat menekankan mereka percaya diri akan berhasil memenuhi target 100 juta vaksinasi dalam 100 hari pertama pemerintahan Biden, walaupun baru-baru terjadi sejumlah penundaan.

“Ini adalah upaya seluruh pemerintah dan kami akan mulai memastikan kita melakukan 100 juta suntikan vaksin dalam seratus hari pertama,” kata salah seorang pejabat.

Kebijakan Biden juga mencakup peningkatan upah minimum menjadi USD 15 per jam sesuai janji kampanyenya, sebuah kebijakan yang kemungkinan akan menghadapi penolakan dari beberapa Partai Republik.

"Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa itu akan sulit untuk disetujui. Florida baru saja mengesahkannya,” kata Biden.

Baca Selanjutnya: Para penasihat mengatakan Biden berharap...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini