JK tegaskan RI berada di pihak Palestina meski AS umumkan Yerusalem ibu kota Israel

Kamis, 7 Desember 2017 12:25 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Wawancara khusus Wapres Jusuf Kalla. ©2017 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) mengemukakan ketidaksetujuannya terkait pengumuman AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Menurutnya, Indonesia berada di pihak Palestina sebelum dan setelah pengumuman AS disampaikan.

Kalla juga menambahkan, pengumuman AS tersebut merupakan keputusan sepihak, dan juga melanggar keputusan PBB.

"Seperti yang saya katakan kemarin dan yang disampaikan oleh bu Menlu, Indonesia tentu berada di belakang di pihak palestina. Dan juga ini melanggar keputusan PBB yang menyatakan bahwa Yerusalem harus dibicarakan antara Palestina dan juga Israel, tidak bisa sepihak, " kata Jusuf Kalla di Tangerang, Kamis (7/12).

Jusuf Kalla menambahkan ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Menurutnya, upaya ini bisa dilakukan dengan voting maupun melalui PBB.

"Ya tentu ada upaya bersama, apakah itu lewat voting apakah itu lewat PBB, Indonesia sejak diumumkan itu ataupun sebelumnya berada di pihak Palestina," kata dia.

JK menambahkan pasca pengumuman AS tersebut, beberapa negara bisa saja melakukan demonstrasi, salah satunya mungkin akan terjadi di Indonesia.

"Di negeri kita bisa saja macam-macam lagi demo dan itu bisa diperingatkan," kata dia.

"Saya menolak (Yerusalem jadi ibu kota Israel). Tapi yang namanya Amerika ya begitu, menjungkirbalikkan keadaan." kata JK. [pan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.