Jepang Kembali Jadi Negara dengan Paspor Terkuat di Dunia

Kamis, 10 Januari 2019 16:18 Reporter : Merdeka
Jepang Kembali Jadi Negara dengan Paspor Terkuat di Dunia perempuan pegang paspor jepang. ©AFP

Merdeka.com - Menurut peringkat dari Henley Passport Index, awal tahun ini Jepang kembali menjadi negara dengan paspor terkuat di dunia. Henley Pasport Index secara berkala mengukur akses yang diberikan dokumen perjalanan masing-masing negara.

Ini adalah kedua kalinya secara beruntun negara Asia berada di urutan teratas dalam indeks paspor sakti di dunia, yang direvisi setiap tiga bulan.

Menurut laporan CNN yang dikutip Rabu (9/1), Jepang mempertahankan posisi teratas sebagai paspor paling ramah perjalanan di dunia berkat akses dokumen ke 190 negara.

Korea Selatan naik peringkat dari indeks Oktober, bergabung dengan Singapura yang menawarkan akses ke 189 negara, berkat perjanjian terbaru visa-on-arrival dengan India.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa banyak negara di Asia mampu "mempertahankan tingkat kenyamanan yang tinggi dengan migrasi ekonomi yang saling menguntungkan," ujar pendiri dan mitra pengelola FutureMap di Singapura, Parag Khanna, kepada Henley & Partners.

Sementara itu, posisi China merangsek naik hampir 20 peringkat hanya dalam rentang waktu dua tahun, dari posisi 85 pada 2017 menjadi 69 tahun ini.

Negara-negara Eropa juga memiliki peringkat baik.

Negara-negara anggota Uni Eropa (bersama dengan Norwegia dan AS) mengisi tempat di belakang tiga negara teratas--meskipun peringkat Inggris terus menurun bersama dengan Amerika. Keduanya memegang posisi pertama bersama pada tahun 2015, menurut rilis pers dari perusahaan pengukur indeks paspor.

Bos Henley & Partners' Group, Christian Kalin, yang menciptakan Indeks Paspor, mengatakan peringkat itu adalah titik terang di dunia yang semakin terisolasi.

"Penyebaran umum kebijakan pintu terbuka memiliki potensi untuk berkontribusi menghasilkan dana miliaran ke ekonomi global, serta menciptakan peluang kerja yang signifikan di seluruh dunia," kata Christian Kalin.

"Kenaikan peringkat Korea Selatan dan Uni Emirat Arab baru-baru ini adalah contoh lebih lanjut dari apa yang terjadi ketika negara-negara mengambil pendekatan proaktif untuk urusan luar negeri, sebuah sikap yang secara signifikan bermanfaat bagi warga negara mereka serta masyarakat internasional."

Melawan Tren

Antisipasi penarikan Inggris dari Uni Eropa yang ditetapkan pada 29 Maret, akan berdampak pada bebas visa Inggris. Ketika negara itu menuju pintu keluar, mungkin tanpa kesepakatan, kemampuan mereka untuk melakukan perjalanan dengan bebas visa ke negara-negara Uni Eropa dapat dikompromikan.

"Sementara kesepakatan itu tergantung pada keseimbangan, sulit untuk mengantisipasi apa dampak akhirnya bagi warga negara Uni Eropa dan Inggris, serta untuk perdagangan dan kerja sama Uni Eropa dan Inggris," kata siaran pers terkait.

Profesor Ekonomi di Université Clermont Auvergne (CERDI) di Prancis yang juga seorang peneliti di Institute of Labour Economics di Jerman, Simone Bertoli, mengatakan kepada perusahaan itu bahwa kebebasan bergerak yang dibatasi dapat menyebabkan bencana bagi sektor keuangan ibu kota Inggris.

"Sektor keuangan London dapat kehilangan sebagian besar daya tariknya, dan negara-negara Eropa lainnya (terutama, Prancis, Jerman, dan Irlandia) dapat memutuskan untuk memperkuat langkah-langkah kebijakan untuk menarik pekerja sektor keuangan."

Indeks paspor tersebut, yang disusun oleh firma kewarganegaraan global dan kependudukan, Henley & Partners, mengatakan bahwa ia mendasarkan peringkatnya pada data "eksklusif" dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), dan "ditingkatkan oleh penelitian yang luas dan berkelanjutan oleh Henley & Partners Research Departement."

Reporter: Tanti Yulianingsih

Sumber: Liputan6.com [pan]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jepang
  3. Paspor
  4. Bebas Visa
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini